Liputan6.com, Jakarta - Program 3 Juta Rumah yang digagas tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik hunian. Lebih dari itu, menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.
Seperti cerita Jumadiah, warga kawasan pesisir Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Selama 10 tahun, penjual gorengan itu hidup dalam keterbatasan tanpa akses listrik dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang memadai. Kondisi rumah yang tidak layak membuat aktivitas sehari-hari menjadi penuh tantangan. Ia harus mandi seadanya di depan dapur rumah, sementara untuk buang air kecil dan buang air besar (BAB) terpaksa dilakukan di laut.
Advertisement
"Perubahan besar mulai dirasakan setelah rumahnya direnovasi melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Kini, Jumadiah dan suaminya dapat menikmati rumah yang lebih layak, nyaman, lengkap dengan akses listrik dan fasilitas sanitasi yang memadai," kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom RI), Muhammad Qodari, dalam konferensi pers terkait Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Jakarta, Rabu (17/6/2026).




