Terus Serang Lebanon, Militer Iran Beri Peringatan Keras ke Israel: Berhenti atau Digempur

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, TEHERAN—Militer Iran memperingatkan Israel bahwa serangan berkelanjutan di Lebanon selatan dapat memicu tanggapan militer, menuduh pasukan Israel melanggar gencatan senjata yang sedang berlangsung sebanyak 84 kali selama dua hari terakhir.

Dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita ISNA, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya seperti dikutip dari Anadolu mengatakan pasukan Israel telah melanjutkan operasi militer di Lebanon selatan meskipun Presiden AS Donald Trump mengumumkan berakhirnya perang.

Komando militer mengatakan bahwa pasukan Israel melanggar gencatan senjata 84 kali selama dua hari terakhir dan melanjutkan serangan yang mengakibatkan korban jiwa di Lebanon.

Pernyataan itu memperingatkan bahwa jika pasukan Israel tidak menghentikan agresi di Lebanon selatan, mereka harus mengharapkan tanggapan keras dari angkatan bersenjata Iran.

Pernyataan itu muncul di tengah ketegangan yang terus berlanjut di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel meskipun ada kesepahaman baru-baru ini antara Washington dan Teheran yang bertujuan untuk mengakhiri konflik militer mereka yang meletus setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Para pejabat Iran telah berulang kali mengatakan bahwa mengakhiri serangan Israel di berbagai front regional, khususnya di Lebanon, adalah salah satu tujuan utama dari nota kesepahaman yang diharapkan akan ditandatangani antara Teheran dan Washington pada hari Jumat.

Namun, para pejabat Israel telah mengindikasikan bahwa operasi militer di Lebanon akan terus berlanjut meskipun ada kesepakatan yang diantisipasi, sehingga menimbulkan keraguan tentang prospek de-eskalasi di front Lebanon.

Israel telah melancarkan serangan terhadap Lebanon sejak 2 Maret yang telah menyebabkan ribuan orang tewas dan terluka serta lebih dari 1 juta orang mengungsi, menurut angka resmi terbaru.

Israel menduduki wilayah di Lebanon selatan, beberapa di antaranya selama beberapa dekade dan lainnya sejak perang sebelumnya antara tahun 2023 dan 2024. Selama serangan saat ini, pasukan Israel maju lebih dari 10 kilometer ke wilayah Lebanon. (amr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Heboh Struk Pembelian Pertalite Rp18.040, Pertamina Angkat Bicara
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prediksi Inggris vs Kroasia: Duel Raksasa Eropa! Inggris dan Kroasia Berebut Kendali Grup L Piala Dunia 2026
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Child-free yang berubah pikiran: Masih Bisakah Punya Keturunan?
• 2 jam lalucumicumi.com
thumb
Mahfud Soroti Kasus Hasto dan Tom Lembong, Ingatkan Bahaya Campur Tangan Presiden
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ratusan Kendaraan Terjaring Razia Parkir Liar di Jakut
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.