Jakarta: Implementasi zero overload overdimension (ODOL), didukung lewat penguatan konektivitas pelabuhan. Penguatan ini merupakan bagian dari transformasi sistem logistik nasional.
"Kami akan menyiapkan konektivitas ke Surabaya menggunakan kereta api dan kapal laut, baik kapal Roro maupun kapal kargo. Dengan begitu, kepadatan lalu lintas di jalan tol maupun jalan arteri yang selama ini cukup tinggi dapat dikurangi," kata Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera Noor Fuad, dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 Juni 2026.
Hal itu diungkap Noor dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Implementasi Konektivitas Logistik di Banten. Menurut dia, penguatan efektivitas agar distribusi barang tetap berjalan tanpa bergantung pada angkutan jalan dengan muatan berlebih.
Pihaknya mulai menjalankan pengembangan layanan secara bertahap sambil membangun pasar dan memperkuat kolaborasi dengan para mitra usaha. Selain mendukung implementasi Zero ODOL, pihaknya menegaskan perannya sebagai Steel Industry Supply Chain Operator yang mengintegrasikan layanan pelabuhan, logistik, dan konektivitas industri baja nasional.
Baca Juga :
Krakatau Steel Dorong Peralihan Distribusi Logistik ke Jalur LautSejak berdiri pada 1996, KBS telah menjadi pilar pendukung utama industri baja di Kawasan Cilegon, khususnya Krakatau Steel Group. Noor Fuad menjelaskan bahwa industri baja memiliki karakteristik arus bahan baku dan produk yang sangat bergantung pada transportasi laut.
Karena itu, keberadaan pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan industri menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi logistik dan daya saing industri. KBS saat ini berperan sebagai sentralisasi arus masuk bahan baku dan distribusi produk baja nasional.
Posisi tersebut semakin strategis seiring program hilirisasi Krakatau Steel yang diproyeksikan meningkatkan volume produksi dan kebutuhan logistik industri baja nasional.
"Yang paling penting, penggunaan kereta api dan kapal laut akan membantu meminimalkan polusi sehingga lingkungan menjadi lebih sehat dan kualitas udara lebih baik," kata Fuad.
FGD bertajuk Implementasi Konektivitas Logistik. Foto: Istimewa
Kegiatan ini dibuka Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, serta dihadiri Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud.
Sementara itu, sesi diskusi menghadirkan Asisten Deputi Konektivitas Darat dan Perkeretaapian Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Hermin Esti Setyowati, Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan Muhammad Julianto, Executive Director IISIA Harry Warganegara, Direktur Pengembangan Usaha PT Pelindo (Persero) Prasetyo, dan Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera Noor Fuad.




