Jakarta, VIVA – Lembaga Administrasi Negara (LAN) berkolaborasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan E-Learning Aparatur Sipil Negara (ASN) Berintegritas hari ini. Hal tersebut merupakan upaya membangun birokrasi yang bersih dan akuntabel tidak dapat dilepaskan dari penguatan integritas ASN sebagai fondasi utama tata kelola pemerintahan.
Kepala LAN Muhammad Taufiq menyampaikan bahwa sejarah peradaban dunia menunjukkan bahwa ancaman terbesar terhadap sebuah bangsa tidak selalu datang dari luar, melainkan dari dalam dirinya sendiri. Salah satu pelajaran penting dapat dilihat dari kisah Tembok Besar Cina yang selama berabad-abad berdiri sebagai simbol pertahanan negara, namun pada akhirnya kehilangan fungsinya bukan karena kekuatan musuh yang mampu merobohkannya, melainkan karena rapuhnya integritas dalam sistem yang menjaganya.
“Bagi ASN sendiri, integritas tidak hanya dimaknai sebagai kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga komitmen moral untuk menjalankan amanah jabatan secara profesional, jujur, dan bertanggung jawab. Integritas menjadi modal utama dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan setiap kebijakan dan layanan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.” ujar Taufiq dikutip dari ketarangannya, Rabu, 17 Juni 2026.
Taufiq menambahkan, metode ini juga sebagai bagian dari penguatan kompetensi ASN, pembelajaran integritas telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN yang menegaskan bahwa pengembangan kompetensi ASN dilakukan secara berkelanjutan melalui sistem pembelajaran terintegrasi. Oleh karena itu, pendekatan Corporate University (Corpu) menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan proses pengembangan kompetensi berlangsung secara sistematis, relevan, dan berdampak pada peningkatan kinerja organisasi.
“Maka peluncuran E-Learning ASN Berintegritas menjadi langkah penting untuk memperoleh pembelajaran khusus mengenai integritas dan pencegahan korupsi, melalui platform ini dapat memperluas jangkauan edukasi anti korupsi secara masif, terstandar, dan berkelanjutan sehingga nilai-nilai integritas dapat tertanam dalam setiap pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik”, ujarnya.
Melalui pemanfaatan pembelajaran digital dapat memungkinkan ASN memperoleh materi pembelajaran yang lebih fleksibel, personal, dan sesuai kebutuhan jabatan maupun organisasi. Berbagai kanal pembelajaran, kolaborasi lintas instansi, serta keterlibatan para pakar dan praktisi menjadi bagian dari strategi memperkuat kualitas pembelajaran ASN secara nasional.





