Pemerintah: Efisiensi MBG Bisa Hemat APBN Rp 1 Triliun per Bulan

kompas.com
20 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyampaikan bahwa efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp 1 triliun setiap bulan.

"Menurut laporan atau menurut rapat yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu di Kemenko Pangan hitungannya bisa menghemat sampai kurang lebih Rp 1 triliun setiap bulannya. Artinya setahun itu bisa (menghemat) Rp12 triliun," kata Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, dilansir ANTARA, Rabu (17/6/2026).

Baca juga: Purbaya Pertimbangkan Efisiensi MBG, BGN Ikut Putusan Presiden

Pemerintah memperbaiki tata kelola MBG meliputi moratorium pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru, penghitungan insentif untuk SPPG senilai Rp 6 juta per bulan, hingga melakukan fokus target penerima MBG untuk kelompok yang paling membutuhkan.

"Juga fokus ke depan pembangunan SPPG di daerah 3T atau daerah terpencil sehingga kelompok-kelompok yang paling rentan ini bisa mendapatkan manfaat secara maksimal," kata Qodari.

Baca juga: Reformasi BGN di SPPG: Hapus Insentif Rp 6 Juta hingga Larang Pegawai Jadi Owner

Badan Gizi Nasional (BGN) selaku lembaga yang menjalankan MBG kini mengkaji efisiensi itu selama periode libur sekolah.

Sebelumnya, pemerintah mengatakan telah memangkas pagu program MBG pada APBN tahun anggaran 2026 dari sebelumnya Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun.

BGN akan fokus ke ibu hamil dan menyusui, balita, dan anak

Diketahui, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari usai rapat dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Senin (15/6) menyampaikan bahwa MBG akan difokuskan kepada kelompok yang dinilai paling membutuhkan intervensi gizi, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak usia dini.

Siswa SMA, terutama yang masuk dari kategori mampu, berpotensi tidak akan lagi menjadi target pemberian MBG.

Baca juga: Mensesneg: Akan Ada Pengurangan Anggaran MBG

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dia menyampaikan bahwa usai melakukan penyusunan ulang penerima manfaat, BGN akan fokus menata tata kelola SPPG.

Dalam rapat di Kemenko Pangan pada Kamis (11/6), Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa jumlah SPPG kini telah melebihi target awal dari semula sekitar 21 ribu titik. Dengan saat ini terdapat 27.877 titik, atau kelebihan 6.877 titik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AAUI: Industri Asuransi Umum Raup Premi Rp31,11 Triliun pada Kuartal I/2026
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Kemenhub Hadapi Keterbatasan Anggaran untuk 2027, DPR Ingatkan Ini
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Cerita Bahagia Penerima Manfaat Program 3 Juta Rumah, Kini Tak Lagi BAB di Laut
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg Tegaskan Presiden Ingin Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Polisi Siapkan Reward ke Jukir Perempuan di Brebes Gagalkan Perampokan Rp 3,6 M
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.