Harga Emas Dunia Anjlok usai The Fed Tahan Suku Bunga

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas dunia melemah setelah Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya sesuai ekspektasi pasar, namun mengindikasikan kebijakan yang lebih hawkish tahun ini.

Berdasarkan data Kitco, harga emas ditutup melemah 1,7% atau 73,6 poin ke level US$4.275,65 per troy ounce pada perdagangan Rabu (17/6/2026).

The Fed pada Rabu memutuskan mempertahankan suku bunga federal funds rate di kisaran 3,5%-3,75%. Keputusan itu menjadi hasil pemungutan suara pertama di bawah Ketua The Fed Kevin Warsh dan disetujui secara bulat oleh seluruh anggota Federal Open Market Committee (FOMC).

Dalam pernyataannya, bank sentral AS menilai aktivitas ekonomi masih tumbuh solid di tengah tingginya ketidakpastian yang sebagian dipengaruhi konflik di Timur Tengah. Pertumbuhan produktivitas dan investasi modal tetap kuat, sementara pasar tenaga kerja relatif stabil.

The Fed juga mengakui inflasi masih berada di atas target 2%, antara lain dipengaruhi gangguan pasokan yang mendorong kenaikan harga pada sejumlah sektor, termasuk energi.

Respons pasar langsung terlihat pada perdagangan emas. Harga emas spot tercatat turun 0,94% ke level US$4.290,52 per troy ounce setelah pengumuman hasil rapat The Fed.

Baca Juga

  • Poin-Poin Pidato Perdana Kevin Warsh usai The Fed Tahan Suku Bunga
  • Inflasi AS Masih Lampaui 2%, Ketua The Fed Janji Wujudkan Stabilitas Harga
  • Kevin Warsh Mulai Reformasi The Fed, Bentuk 5 Gugus Tugas Kebijakan Moneter

Tekanan terhadap emas muncul setelah proyeksi ekonomi terbaru The Fed menunjukkan semakin banyak pembuat kebijakan yang melihat perlunya kenaikan suku bunga pada 2026.

Ringkasan Proyeksi Ekonomi atau Summary of Economic Projections (SEP) menunjukkan sembilan dari 19 pejabat The Fed memperkirakan suku bunga perlu dinaikkan pada tahun depan. Tiga bulan sebelumnya tidak ada satu pun pejabat yang memproyeksikan kenaikan suku bunga.

Bahkan, enam dari sembilan pejabat tersebut menilai kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin belum cukup untuk mengembalikan inflasi secara berkelanjutan ke target 2%.

Sementara itu, delapan pejabat memperkirakan suku bunga tetap tidak berubah pada 2026. Hanya satu pejabat yang masih melihat peluang penurunan suku bunga pada periode tersebut.

Prospek suku bunga yang lebih tinggi menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan daya tarik instrumen berbunga seperti obligasi dan deposito. Kondisi tersebut biasanya mengurangi minat investor terhadap aset safe haven yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Chief Investment Officer Northlight Asset Management Chris Zaccarelli menilai Ketua The Fed Kevin Warsh masih memiliki alternatif untuk menekan inflasi tanpa harus menaikkan suku bunga.

Menurut dia, pengurangan neraca The Fed secara agresif dapat menjadi bentuk pengetatan moneter yang efektif meskipun suku bunga dipertahankan atau diturunkan secara bertahap.

"Anda bisa mengerem ekonomi melalui pengurangan neraca sambil menjaga atau menurunkan suku bunga secara perlahan sehingga kedua tujuan dapat tercapai," ungkap Zaccarelli seperti dikutip Kitco, Kamis (18/6/2026).

Sementara itu, Chief Economist LPL Financial Jeffrey Roach menilai komunikasi The Fed ke depan kemungkinan akan lebih ringkas dibanding era sebelumnya.

Menurutnya, ketidakpastian terbesar saat ini masih berasal dari perang di Timur Tengah. Setelah risiko tersebut mereda, perhatian pasar akan kembali tertuju pada investasi modal dan produktivitas yang sejauh ini masih mendukung pertumbuhan ekonomi AS mendekati tren normal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Resmi! 2 Bintang dalam Sepekan Didatangkan Real Madrid, Bernardo Silva Gabung Los Blancos
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
B50 Mulai Berlaku Juli, Pemerintah Bidik Hemat Devisa Rp157 Triliun
• 13 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Wanita Difabel di Jombang Dibunuh Kakak Kandung karena Dianggap Mengganggu
• 9 jam laludetik.com
thumb
Fakta Kepribadian Seseorang dari Rasa Es Krim Favorit
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Percepat Penurunan Stunting Sulsel, Fatmawati Rusdi Instruksi Intervensi Gizi Tepat Sasaran
• 4 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.