Seorang ibu di Kabupaten Pelalawan, Riau tega mengeksploitasi anak-anaknya yang masih di bawah umur menjadi manusia silver. Dengan alasan ekonomi, anak-anak dipaksa mengemis di jalanan untuk mendapatkan uang.
Kasus ini terbongkar setelah polisi menerima laporan dari masyarakat. Pada Jumat sore, 12 Juni 2026, polisi mendapatkan informasi ada tiga orang anak yang mengemis di lampu merah Jalan Lintas Timur, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.
Salah satu anak kedapatan menangis. Dia ditarik-tarik oleh anak seusianya, dipaksa pulang. Belakangan diketahui, anak tersebut enggan pulang karena takut disiksa oleh ibunya lantaran setoran mengemis kurang.
Polisi kemudian mengamankan ibu korban dan menetapkannya sebagai tersangka. Simak berikut rangkumannya.
Kronologi Kejadian
Terkuaknya kasus ini berawal ketika polisi mendapatkan informasi dari masyarakat adanya tiga anak pengamen manusia silver yang ribut di simpang Pangkalan Kerinci, pada Jumat sore, 12 Juni 2026. Warga curiga lantaran salah satu anak ditarik-tarik hingga menangis.
Polsek Pangkalan Kerinci kemudian bergerak ke lokasi. Setiba di lokasi, ketiga anak tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke kantor polisi.
Tiga anak tersebut terdiri dari dua anak laki-laki masing-masing berinisial MH (11), RA (9), serta satu anak perempuan inisial PW (9).
"Malam itu kami menerima laporan dari masyarakat bahwa ada tiga orang anak yang mengemis jadi manusia silver, ribut di depan Ramayana," kata Kapolsek Pangkalan Kerinci, AKP Shilton, dalam keterangannya, Jumat (12/6).
(mea/dhn)





