Ketika Lionel Messi Melesat, Cristiano Ronaldo dan Portugal Justru Harus Bekerja Keras di Fase Grup Piala Dunia 2026

harianfajar
10 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan cerita yang memperlihatkan bagaimana dua ikon terbesar sepak bola modern masih menjadi pusat perhatian dunia. Namun kali ini, arah cerita yang mengiringi keduanya berjalan berbeda.

Di satu sisi, Lionel Messi sedang menikmati malam-malam yang nyaris sempurna bersama Argentina. Hattrick ke gawang Aljazair membuatnya kembali menjadi sorotan utama turnamen dan semakin dekat dengan status abadi sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah Piala Dunia.

Di sisi lain, Cristiano Ronaldo justru harus menghadapi kenyataan yang lebih rumit.

Alih-alih merayakan kemenangan, kapten Portugal itu mengakhiri laga pembuka Piala Dunia 2026 dengan rasa frustrasi setelah timnya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan RD Kongo di NRG Stadium, Houston, Kamis (18/6/2026).

Hasil tersebut tentu bukan skenario yang diharapkan Portugal.

Datang sebagai salah satu tim unggulan di Grup K, Selecao das Quinas diprediksi mampu memulai perjalanan mereka dengan kemenangan meyakinkan. Terlebih skuad asuhan Roberto Martinez masih dihuni banyak pemain berkualitas yang berpengalaman tampil di level tertinggi.

Namun sepak bola tidak selalu berjalan sesuai prediksi.

Portugal memang mengawali pertandingan dengan sangat menjanjikan.

Baru enam menit laga berlangsung, Joao Neves berhasil membawa timnya unggul lebih dulu. Berawal dari umpan silang Pedro Neto yang mengarah ke kotak penalti, gelandang muda tersebut sukses menanduk bola tanpa kawalan berarti.

Gol cepat itu membuat Portugal tampak berada di jalur yang tepat untuk mengamankan tiga poin.

Mereka menguasai bola, mengontrol ritme permainan, dan memaksa RD Kongo lebih banyak bertahan di area sendiri.

Namun semakin pertandingan berjalan, Portugal mulai menemukan kenyataan bahwa dominasi penguasaan bola tidak selalu identik dengan kemenangan.

RD Kongo perlahan keluar dari tekanan.

Tim berjuluk Leopards tersebut menunjukkan disiplin yang luar biasa dalam bertahan. Mereka menutup ruang, mempersempit jalur umpan, dan membuat Portugal kesulitan menciptakan peluang bersih.

Ketika banyak pihak mengira babak pertama akan berakhir dengan keunggulan Portugal, kejutan justru hadir di penghujung waktu tambahan.

Pada menit 45+5, Yoane Wissa berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan memanfaatkan skema sepak pojok pendek yang dieksekusi Arthur Masuaku.

Gol tersebut mengubah suasana pertandingan.

Portugal yang sebelumnya terlihat nyaman mendadak harus bekerja lebih keras.

Sementara RD Kongo mendapatkan kepercayaan diri yang semakin besar.

Memasuki babak kedua, Roberto Martinez mencoba mengubah keadaan.

Ia memasukkan Francisco Conceicao untuk menambah kreativitas serangan.

Portugal memang sempat bersorak ketika Joao Cancelo mencetak gol spektakuler melalui tendangan akrobatik pada menit ke-54.

Namun kegembiraan itu hanya berlangsung sesaat.

VAR dan hakim garis memastikan posisi offside sehingga gol tersebut dianulir.

Momen itu menjadi simbol dari malam yang tidak berjalan mulus bagi Portugal.

Apa pun yang mereka lakukan selalu menemui hambatan.

Cristiano Ronaldo pun merasakan hal yang sama.

Pada menit ke-69, megabintang berusia 41 tahun itu memperoleh peluang emas yang biasanya sangat jarang ia sia-siakan.

Namun kali ini penyelesaian akhirnya belum menemui sasaran.

Bola melenceng dan Portugal kembali kehilangan kesempatan untuk mengembalikan keunggulan.

Roberto Martinez kemudian mencoba berbagai solusi dengan memasukkan Rafael Leao, Nelson Semedo, dan Goncalo Ramos.

Tetapi rapatnya pertahanan RD Kongo tetap sulit ditembus.

Bahkan hingga menit-menit akhir pertandingan, ketika Portugal mendapatkan sepak pojok pada masa injury time, mereka tetap gagal menciptakan peluang yang benar-benar membahayakan.

Peluit panjang akhirnya berbunyi.

Skor 1-1 bertahan dan membuat Portugal harus puas berbagi poin.

Meski hasilnya mengecewakan, malam itu tetap memiliki arti khusus bagi Cristiano Ronaldo.

Laga melawan RD Kongo menjadi penampilan keenamnya di ajang Piala Dunia.

Sebuah pencapaian yang menempatkannya sejajar dengan Lionel Messi dalam daftar pemain yang tampil dalam enam edisi turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.

Rekor itu menunjukkan betapa luar biasanya ketahanan dan konsistensi dua legenda yang selama hampir dua dekade mendominasi sepak bola dunia.

Namun perbandingan dengan Messi menjadi sulit dihindari.

Saat Ronaldo harus puas melihat timnya kehilangan dua poin penting, Messi justru sedang menikmati salah satu penampilan terbaiknya di turnamen ini.

Ketika Argentina menang meyakinkan dan sang kapten mencetak hattrick, Portugal justru masih harus mencari formula terbaik untuk mengamankan kemenangan pertama mereka.

Perbedaan situasi itu membuat tekanan terhadap Portugal semakin besar.

Sebab fase grup Piala Dunia selalu menyimpan risiko.

Satu hasil buruk dapat mengubah peta persaingan secara drastis.

Kini Portugal tidak lagi memiliki ruang yang terlalu lebar untuk melakukan kesalahan.

Laga berikutnya melawan Uzbekistan akan menjadi sangat penting.

Kemenangan hampir menjadi keharusan jika mereka ingin menghindari tekanan berlebihan pada pertandingan terakhir grup.

Sementara itu, RD Kongo pantas mendapatkan apresiasi besar.

Banyak yang memandang mereka sebagai tim underdog sebelum turnamen dimulai. Namun penampilan melawan Portugal menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas untuk memberikan kejutan.

Disiplin, kerja keras, dan efektivitas permainan membuat mereka berhasil mencuri satu poin berharga dari salah satu kekuatan besar Eropa.

Bagi Cristiano Ronaldo, perjalanan di Piala Dunia 2026 masih jauh dari selesai.

Namun berbeda dengan Lionel Messi yang saat ini sedang melesat dan menikmati sorotan dunia, kapten Portugal tersebut harus memimpin timnya melewati jalan yang lebih terjal.

Dan seperti yang telah berkali-kali terjadi sepanjang kariernya, tantangan besar itulah yang akan menjadi ujian sesungguhnya bagi seorang Cristiano Ronaldo.

Apakah Portugal mampu bangkit dan mengubah hasil imbang ini menjadi titik awal perjalanan menuju babak berikutnya?

Ataukah fase grup justru akan menjadi medan yang jauh lebih berat dari perkiraan?

Jawabannya akan mulai terlihat saat Ronaldo kembali memimpin Portugal menghadapi laga kedua yang kini terasa jauh lebih penting dibanding sebelumnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wakil Kepala BPS Pastikan Data Sensus Ekonomi 2026 Tidak Digunakan untuk Kepentingan Pajak
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Ogah Komentari Munculnya Nama Menag, Gus Ulil: Biasanya Ketum PBNU Dua Periode
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
KAI Daop 7 Madiun Amankan Aset Rp52,2 Miliar, Terima 23 Sertifikat Elektronik dari BPN Kediri
• 5 jam laluberitajatim.com
thumb
Kesepakatan AS-Iran Belum Final, Trump Ancam Kembali Bombardir Teheran
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg Tegaskan Presiden Ingin Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
• 5 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.