Di Tengah Ketidakpastian Global, Industri Mulai Beralih ke Energi Surya untuk Tekan Biaya Operasional

tvonenews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Surabaya, tvOnenews.com - Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada fluktuasi harga energi dan meningkatnya biaya operasional, sejumlah pelaku industri di Indonesia mulai memanfaatkan energi terbarukan sebagai salah satu strategi menjaga efisiensi dan keberlanjutan usaha. Salah satu langkah tersebut dilakukan PT Bukit Muria Jaya (BMJ) melalui pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap dengan kapasitas total 5,5 MWp.

Fasilitas PLTS tersebut terpasang di sejumlah lokasi produksi perusahaan dengan kapasitas terbesar mencapai 5.048 kWp, serta tambahan 455 kWp di Kudus. Berdasarkan perhitungan teknis, sistem ini diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 7.596 MWh listrik per tahun dan berpotensi mengurangi emisi karbon hingga 6.836 ton CO₂ setiap tahunnya.

Pemanfaatan energi surya dinilai menjadi salah satu upaya industri untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional yang rentan terhadap gejolak harga akibat dinamika pasar global. Selain mendukung target pengurangan emisi, penggunaan energi terbarukan juga dipandang dapat membantu perusahaan mengelola biaya energi secara lebih terukur.

ESG Lead PT Bukit Muria Jaya, Harris C. A. Titus, mengatakan efisiensi biaya menjadi faktor penting bagi industri dalam menghadapi tekanan ekonomi dan ketidakpastian pasar.

“Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga energi, efisiensi biaya menjadi faktor penting bagi keberlangsungan industri. Penggunaan PLTS membantu mengendalikan beban operasional dan menjaga kestabilan biaya produksi,” ujarnya.

Kerja sama pengembangan PLTS tersebut telah disepakati sejak Januari 2025. Di sisi lain, tren pemanfaatan energi surya di sektor industri disebut terus meningkat seiring kebutuhan pelaku usaha untuk mencari sumber energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Presiden Direktur dan CEO iForte Energi, Mohamad Iwan, menilai penggunaan energi terbarukan dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi tekanan biaya operasional dalam jangka panjang.

“Pasokan energi yang lebih stabil dapat membantu perusahaan menjaga efisiensi operasional dan meningkatkan daya saing di tengah berbagai tantangan ekonomi,” katanya.

Dari sisi ekonomi yang lebih luas, meningkatnya penggunaan energi bersih di sektor industri berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. Langkah yang dilakukan sejumlah perusahaan manufaktur menunjukkan bahwa transisi energi kini tidak hanya dipandang sebagai upaya mencapai target lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan daya tahan usaha.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua KPK Pastikan Penyelidikan Kasus MBG Dihentikan
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan, Tamu Hotel Panik Terpaksa Check Out Sebelum Waktunya
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Buang Sampah Sembarangan di Jakarta Selatan Terancam Denda Hingga Rp500 Ribu
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Menyoal Relaksasi Produksi Batu Bara Kala Ketegangan Global Mereda
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Bakauheni Jadi Jalur Utama Penyelundupan Narkoba, Jenis dan Modus Kian Beragam
• 2 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.