145 Ribu ASN Jadi Target BKN, Prof Zudan: PNS & PPPK Harus Kuasai AI

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 145 ribu aparatur sipil negara (ASN) menjadi target Badan Kepegawaian Negara (BKN) mendapatkan pelatihan dan penguatan kapasitas kepemimpinan digital, hasil kolaborasi, dan kerja sama dengan Microsoft Indonesia.

Kepala BKN Prof. Zudan mengungkapkan transformasi birokrasi di era kecerdasan buatan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera direspons oleh seluruh ASN.

BACA JUGA: PPPK dan P3K PW Terdampak Kebijakan Gubernur, Alhamdulillah

"PNS dan PPPK harus kuasai artificial intelligence (AI). Perkembangan AI akan mengubah cara kerja pemerintahan secara fundamental, terutama karena banyak pekerjaan administratif dan rutin yang kini dapat dilakukan secara otomatis oleh teknologi," terang Prof. Zudan, Kamis (18/6).

Menurutnya, investasi terbesar yang harus dilakukan pemerintah saat ini adalah membangun ASN yang siap menghadapi era AI, sehingga mampu menjadi motor penggerak birokrasi yang profesional, inovatif, dan berbasis data.

BACA JUGA: Masih Ada PNS dan PPPK Belum Terima Gaji ke-13? Ternyata Ini Penyebabnya

Prof. Zudan mengarahkan agar ASN masa depan memiliki karakter agile, digital, dan AI-ready.

ASN dituntut tidak hanya mampu menggunakan teknologi digital, tetapi juga memiliki pola pikir adaptif, kemauan belajar yang tinggi, serta kesiapan menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat.

BACA JUGA: Segera Terbit SE Ditujukan kepada PNS, PPPK, dan P3K PW, Berisi Larangan

Kompetensi masa depan ASN tidak lagi cukup bertumpu pada pemahaman regulasi dan administrasi, melainkan harus diperkuat dengan literasi data, literasi AI, kemampuan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah kompleks, dan growth mindset agar mampu bersaing, serta memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

"ASN harus mampu bertransformasi dari pelaksana pekerjaan administratif menjadi aparatur yang memiliki kemampuan analitis, strategis, dan mampu menghasilkan solusi bagi berbagai persoalan publik,” tegasnya. 

Terkait pentingnya pemanfaatan AI sebagai alat untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, Prof. Zudan menekankan agar teknologi digunakan untuk mempercepat proses kerja, meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, serta menciptakan layanan yang lebih cepat, mudah, dan responsif.

BKN sendiri telah mengimplementasikan berbagai inovasi berbasis AI, seperti Chatbot AI BKN (Melinda), AI Proctoring pada sistem CAT, klasifikasi dokumen kepegawaian secara otomatis, serta otomasi verifikasi dan validasi dokumen.

Berbagai inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi manajemen ASN dan dukungan terhadap implementasi 12 Kebijakan Pro-Karier ASN. 

“Pada akhirnya, tujuan seluruh transformasi ini adalah menghadirkan birokrasi yang semakin modern, efektif, dan berkelas dunia, sekaligus mewujudkan layanan publik yang mampu memudahkan, melindungi, dan membahagiakan masyarakat, serta ASN di era digital,” jelasnya.

Namun, keberhasilan transformasi digital, menurutnya tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi terutama oleh kualitas sumber daya manusia.

Oleh karena itu, BKN terus mendorong penguatan kompetensi ASN melalui berbagai program pengembangan kapasitas, termasuk kolaborasi dengan Microsoft Indonesia dan Binar Academy dalam pelatihan AI bagi ASN.

Program ini merupakan bagian dari upaya BKN sebagai instansi pembina manajemen ASN untuk mendukung percepatan transformasi digital pemerintahan.

Kolaborasi strategis BKN dan Microsoft Indonesia sendiri telah ditandai melalui penandatanganan kerja sama pada 28 April 2026 lalu.

Pelatihan yang berlangsung Mei hingga Juli 2026 ini disambut antusias oleh para ASN, dimana terhitung telah diikuti 12.551 peserta, dan akan menyasar hingga 145 ribu target ASN.

Untuk pelatihannya terdiri atas enam angkatan AI for Public Impact dan satu angkatan AI Policy Lab for Leaders.

Selain memberikan pemahaman dasar mengenai AI, pelatihan ini juga memperkenalkan berbagai praktik penerapan AI dalam penyusunan kebijakan, pengolahan informasi, peningkatan produktivitas kerja, hingga pengembangan inovasi layanan publik. 

Sementara itu, peserta AI Policy Lab for Leaders memperoleh pembelajaran yang berfokus pada tata kelola, kebijakan, dan arah strategis implementasi AI di lingkungan pemerintahan. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Herlambang: Semoga Gaji PPPK dan PPPK Paruh Waktu Segera di-APBN-kan


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPRD Jabar Soroti Dugaan Celah Verifikasi SPMB, Minta Evaluasi Sistem dan Pelatihan Petugas
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dokumentasi Bukan Sekadar Arsip, tetapi Aset Digital
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Wawasan Polling SS: Masyarakat Merasa Perlu Minum Susu Jadi Gaya Hidup di Indonesia
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Nyaris Putus Asa di Sel Tahanan, Richard Lee Sebut sang Istri Jadi Satu-satunya Sumber Kekuatan
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Hijrah ke Persebaya, Yusuf Meilana Dinilai Telat Keluar dari Kandang Macan Putih
• 12 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.