Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung lokasi SDN Wolomoni yang viral karena diduga tergusur pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Peninjauan itu dilakukan dalam serangkaian kunjungan Gibran di NTT pada Kamis (18/6/2026). Berdasarkan pantauan Bisnis di lokasi, tampak eks Wali Kota Solo itu didampingi oleh Wakil Gubernur Johni Asadoma, Kepala Daerah Bupati Ende Yosef Badeoda hingga perangkat desa.
Setibanya di SDN Wolomoni sekitar 12.58 WITA. Pejabat desa kemudian meluruskan soal kejadian viral terkait penggusuran sekolah oleh pembangunan KDMP. Menurut pejabat desa itu, peristiwa penggusuran itu tidak benar.
Pasalnya, kerusakan teras sekolah terjadi akibat alat berat yang hendak masuk untuk pembangunan KDMP. Namun, karena jalan satu-satunya, terpaksa alat berat itu sempat merusak teras sekolah.
"Karena untuk melintas alat berat, Pak. Karena alternatif akses jalannya hanya satu ini," ujar pejabat desa menjelaskan kepada Gibran.
Setelah itu, Gibran pun menggelar dialog dengan sejumlah warga di lokasi. Dalam dialog itu, Gibran menyoroti agar pembangunan KDMP agar tidak mengganggu kegiatan belajar-mengajar.
Baca Juga
- Gibran Usul Kantin Sekolah hingga Gereja Dilibatkan dalam MBG
- Gibran Minta Tata Kelola MBG Dibenahi: Pengadaan Tak Sesuai dan Korupsi Harus Hilang
- Tiba di NTT, Gibran Langsung Tinjau MBG di SMPN 1 Ndona
"Apakah ada pihak yang dirugikan? Dampaknya seperti apa harus dikaji benar. Ini jangan sampai adik-adik ini terganggu dalam proses belajar mengajarnya, ya. Itu. Jadi segera ditentukan lokasi barunya," ujar Gibran.
Selain itu, Gibran juga menyinggung soal lokasi pembangunan KDMP yang lain seperti di pegunungan, di tengah hutan hingga berbagai tempat lainnya.
Dia pun mengingatkan kepada seluruh pejabat daerah maupun stakeholder terkait agar bisa mengkaji titik pembangunan KDMP ke depannya serta melibatkan warga untuk berdiskusi.
"Tolong dalam penentuan titiknya itu benar-benar bisa dikaji. Melibatkan warga, diskusi dengan warga. Jangan sampai ada yang terdampak. Jangan sampai ada yang dirugikan. Apalagi ini kan area sekolah," pungkasnya.





