BGN Jawab Protes Pengusaha: Kebijakan Itu Enggak Mungkin Menyenangkan Semua Pihak

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menanggapi terkait protes para pengusaha yang menolak penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah 18 hari.

"Sebuah kebijakan itu enggak mungkin menyenangkan semua pihak," ujar Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).

Menurut Sari, penghentian MBG sementara waktu itu bertujuan untuk efisiensi anggaran sekaligus momentum yang tepat memperbaiki tata kelola.

"Tapi, kita melihat tujuan dari program itu apa, kemudian melihat bagaimana efisiensi anggaran sesuatu yang mungkin lebih besar daripada kepentingan pihak tertentu yang kebetulan sudah menjadi mitra," kata dia.

Baca juga: Tersangka Keenam Korupsi MBG Diduga Beri Uang ke Eks Kepala BGN Dadan Hindayana

Penghentian MBG selama libur sekolah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2026 tentang penyesuaian operasional SPPG pada saat periode hari libur.

Dengan adanya aturan SE baru tersebut, SPPG tidak mendapatkan insentif Rp 6 juta sehari.

Sari menyebut, penghentian MBG selama libur sekolah ini dapat melakukan efisiensi insentif SPPG sebesar Rp 3 triliun.

"Jadi, rasanya fair ketika tidak beroperasi, no service, no pay-lah ibaratnya begitu. Itu kan sesuatu yang memang wajar gitu," ucap dia.

Menurut dia, penolakan MBG dihentikan selama masa libur sekolah ini kemungkinan muncul karena dipengaruhi oleh segelintir orang-orang berkepentingan.

"Mungkin karena ada konflik kepentingan dari pihak-pihak tersebut yang kebetulan mereka-mereka punya SPPG juga, kan," tutur dia.

Baca juga: BGN Setop MBG Selama Libur Sekolah 3 Minggu, SPPG Tidak Dapat Insentif

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Meski adanya protes dari para pengusaha, BGN tetap berpegang teguh pada pendirian tidak memberikan insentif kepada SPPG selama masa libur sekolah.

"Yang secara kepentingan yang lebih besar, yaitu efisiensi anggaran, itu kan tidak masuk akal sesuatu yang Rp 6 juta per hari, padahal servisnya tidak diberikan," ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BGN Jawab Protes Pengusaha: Kebijakan Itu Enggak Mungkin Menyenangkan Semua Pihak
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Menkum Berencana Inisiasi Bangun Sekolah Rakyat Tanpa APBN
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Shin Tae-yong Datang, Persija Lepas 4 Pemain Lokal untuk Musim Depan
• 10 jam lalubola.com
thumb
Anggaran Kemendikdasmen 2027 Belum Mencakup Pendidikan Dasar Gratis yang Diputuskan MK
• 13 jam lalukompas.id
thumb
Eddy Soeparno Dorong Kementerian ESDM Tambah Anggaran Sektor EBT
• 12 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.