MAKASSAR, FAJAR – Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, bisa menjadi angin segar bagi para pemain muda.
Bukan tanpa alasan, juru taktik berpaspor Bosnia and Herzegovina itu juga pernah mengakui bahwa dirinya senang bekerja sama dengan para pemain muda. Sebab mereka, dianggap punya spirit dan fisik yang cenderung masih sangat baik.
Itu juga dibuktikan saat dirinya menangani PSM Makassar pada musim kompetisi 2018/2019 lalu. Saat itu, banyak pemain muda yang mendapat tempat di skuad, bahkan tidak jarang juga ada yang masuk dalam skuad inti.
Bahkan nama-nama yang menjadi bagian penting skuad PSM saat ini juga ada yang diorbitkan oleh Darije Kalezic. Sebut saja Rizky Eka Pratama, Muhammad Arfan, Hilmansyah, Reza Arya Pratama, mereka mulai mendapat kepercayaan di era Darije.
Kemudian nama-nama kondang seperti Ezra Walian, Reva Adi Utama, Asnawi Mangkualam Bahar, hingga Firza Andika, juga pernah bermain di bawah asuhan Darije Kalezic. Ten saja ini menjadi harapan besar bagi pemain muda PSM Makassar.
Saat ini PSM tercatat memiliki sejumlah pemain potensial yang datang dari akademi. Sebut saja Ronaldo Kaka, Gala Pagamo, Ardiansyah, dan beberapa lainnya. Tentu kehadiran Darije ini menjadi peluang baik bagi mereka untuk unjuk gigi.
Anggota Komunitas VIP Utara (KVU), Sulyadi Abbas menilai, memang banyak pemain muda yang lahir dari era Darije. Sehingga, kembalinya sang pelatih bisa menjadi peluang bagi para pemain muda untuk tumbuh dan berkembang.
”Iya, kita memang banyak melihat pemain muda waktu itu. Banyak yang diorbitkan oleh Coach Darije Kalezic dan mendapat menit bermain yang cukup,” ujarnya kepada FAJAR, Minggu, 14 Juni.
Lebih lanjut dia menyampaikan, jika melihat komposisi PSM musim lalu, maka besar kemungkinan akan ada perpaduan antara pemain senior dan pemain muda. Ini dianggap penting untuk menjaga stabilitas tim.
”Kalau kita lihat musim lalu, beberapa pemain senior sepertinya akan dipertahankan manajemen. Nah ini akan bagus kalau pemain senior dipadukan dengan pemain muda, antara pengalaman dan spirit,” terangnya.
Pengamat sepak bola, Budiardjo Thalib juga telah menyampaikan, komposisi ideal dalam sebuah klub sepak bola adalah perpaduan antara pemain senior dan pemain muda. Sebab, mereka akan saling melengkapi satu sama lain.
Menurutnya, pemain senior bertindak sebagai leader di dalam lapangan, memimpin pertandingan lewat tempo dan sebagainya. Sementara pemain muda menjadi pilar kekuatan dengan semangat dan fisik yang masih baik.
“Memang di dalam klub sepak bola harus begitu. Karena kalau pemain muda semua, emosi masih sulit terkontrol, egonya masih tinggi, jadi berdampak pada pengambilan keputusan. Makanya harus ada pemain senior juga yang menjadi leader di dalam lapangan,” ucapnya.
Juru taktik yang membawa Persik Kediri kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu juga menilai, PSM bisa berbicara banyak jika kombinasi itu terwujud dalam skuad mereka. Terlebih lagi, pelatih baru mereka sudah pernah menangani PSM juga.
“PSM menurut saya bisa bicara banyak kalau komposisi itu terwujud. Apalagi pelatihnya kan bukan orang baru, sudah mengenal betul seperti apa PSM. Jadi ini tidak akan sulit lah sepertinya,” ucapnya. (wid)





