jpnn.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus menyebut Waketum PKB Jazilul Fawaid atau Gus Jazil perlu belajar sistem pemerintahan setelah menyarankan partai berkelir merah menegaskan status sebagai oposisi bagi pemerintahan era Prabowo Subianto.
"Mungkin dia perlu menambah literasi lebih banyak soal sistem pemerintahan terutama terkait parlementer vs presidensial," kata Deddy melalui layanan pesan, Kamis (18/6).
BACA JUGA: Jazilul PKB Sarankan PDIP Bersikap, Deddy Sitorus Sewot: Urus Partai Sendiri!
Legislator Komisi II DPR RI itu mengatakan terminologi oposisi hanya dikenal dalam sistem parlementer yang biasanya terdiri dari dua kubu parpol dominan dengan ideologi bertentangan.
Semisal, ketika satu partai menang dalam pemilu, maka parpol lain langsung menjadi opisisi di parlemen dengan membentuk kabinet bayangan.
BACA JUGA: Intel Polda DIY Diamankan Mahasiswa UMY, Kombes Ihsan Buka Suara
"Kedua kubu itu dipisahkan oleh sistem dan garis ideologi yang jelas dan tegas," katanya.
Dia mengatakan dua ideologi partai yang beroposisi jelas berbeda. Contohnya kubu konservatif ketika berbicara ekonomi menganut pandangan Milton Friedman dan kubu lain beraliran Keynesian.
BACA JUGA: Diskusi dengan Budiman Sudjatmiko, Nusron, dan Sudaryono di UGM Ricuh, Mahasiswa Muak!
"Satu menghendaki pajak rendah dan fasilitas untuk bisnis sementara kubu lain mau pajak tinggi untuk bisnis dan belanja sosial yang tinggi. Kedua itu tidak mungkin bersatu, tegas menjadi oposan," kata Deddy.
Dia mengatakan kondisi di Indonesia jelas berbeda, karena sistem politik dalam negeri menerapkan presidensial dengan dasar ideologi seragam, yakni Pancasila.
"Ya, di mana perbedaan nyaris hanya bersikap kebijakan derivatif," katanya.
Deddy mengatakan fungsi opsisi dalam konteks parlementer di sistem politik Indonesia, berpindah menjadi pengawasan oleh DPR.
"Jadi politik di Indonesia relatif tidak mengenal koalisi yg diperlukan utk membentuk pemerintahan apalagi oposisi yg merupakan keharusan di sistem parlementer. Apakah Jazilul paham urusan ini atau tidak, kalau paham, dia semestinya tidak ngomong begitu," ungkap dia.
Sebelumnya, Waketum PKB Jazilul Fawaid menyebut PDIP harus mengambil sikap tegas terhadap pemerintahan era Prabowo Subianto, seperti berperan sebagai oposisi.
Hal demikian dikatakan Gus Jazil saat ditanya wartawan soal keberadaan politikus PDIP Andi Widjajanto saat demonstrasi mahasiswa pada Senin (12/6) kemarin.
"Kalau di oposisi, oposisi. Jangan abu-abu," kata dia ditemui awak media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6).
Dia mengatakan pemerintah saat ini sedang mewujudkan semua program berjalan sesuai target, sehingga membutuhkan persatuan dan soliditas dalam mengeksekusi kebijakan.
Gus Jazil berharap tidak ada pihak yang memilih jalur abu-abu menyikapi setiap kebijakan pemerintahan era Prabowo.
"Jadi, kami harap, posisinya jelas, jangan abu-abu," katanya.(ast/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan




