Said Abdullah Tegaskan Posisi PDIP sebagai Partai Penyeimbang

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah memastikan PDI Perjuangan telah memutuskan sikap politik sebagai partai penyeimbang di pemerintahan saat ini. Sikap tersebut sesuai dengan keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan.

"Sesuai keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), PDI Perjuangan telah memutuskan bahwa PDI Perjuangan berposisi sebagai partai penyeimbang. Sikap ini bukan sikap abu-abu. Kita tidak bisa membandingkan dengan negara-negara Barat yang menjalankan sistem oposisi," kata Said Abdullah dalam keterangannyA, Kamis (18/6/2026).

Dia mengatakan posisi itu membuat PDIP harus bersikap secara objektif dan proporsional. Said Abdullah menjelaskan jika pemerintah menghadirkan kebijakan yang bagus untuk rakyat, maka PDIP akan memberikan dukungan. Sebaliknya, jika dinilai buruk, maka akan mengingatkan pemerintah secara konstruktif.

Baca juga: Bantahan Politikus PDIP soal Tudingan Terkait Tiyo Ardianto

"Ditegaskan sendiri oleh Ibu Mega, Ketua Umum, bahwa sebagai penyeimbang itu bersikap objektif dan proporsional. Artinya, kalau kinerja dan kebijakan pemerintah bagus untuk rakyat, sudah seharusnya PDI Perjuangan memberikan dukungan hingga 2029, meskipun PDI Perjuangan tidak mendapatkan manfaat elektoral dari kinerja bagus tersebut," jelasnya.

"Sebaliknya, kalau kebijakan dan kinerjanya kurang bagus, kami mengingatkan secara konstruktif. Dalam posisi seperti ini, belum tentu juga kami mendapatkan keuntungan elektoral," sambungnya.

Dia memastikan partai penyeimbang bukan berarti oposisi. Sebab, oposisi merupakan sikap politik yang kehendaknya kerap berlawanan total dengan pemerintahan yang berkuasa.

Baca juga: PKB: PDIP Jangan Abu-abu

"Sebagai penyeimbang, PDI Perjuangan menginginkan Presiden Prabowo bisa berkhidmat dengan baik hingga 2029 sesuai aturan main yang digariskan konstitusi kita. Berbeda dengan pilihan jika mengambil sikap oposisi. Oposisi itu kehendak politiknya berlawanan total dengan pemerintahan yang berkuasa. Sikap oposisi lebih menempuh jalan untuk menunjukkan kelemahan dan kekurangan pemerintahan agar mendapatkan dampak negatif elektoral," jelasnya.

Menurutnya, sikap politik PDIP saat ini sudah dipahami oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Presiden Prabowo sendiri sangat memahami sikap dan pilihan politik yang ditempuh oleh PDI Perjuangan. Bahkan beliau menyatakan terima kasih atas sikap itu dan menganggapnya sebagai teman yang lebih jujur," tuturnya.

"Bapak Presiden sangat sadar bahwa tidak semua pujian itu baik. Melebih-lebihkan pujian ibarat teman malah bisa mengaburkan sikap objektivitas yang justru diperlukan oleh Bapak Presiden," pungkasnya.

Tonton juga video "Said Abdullah: Kehadiran Prabowo di DPR Jawab Keraguan Pasar soal Fiskal"




(akd/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kuasa Hukum Harap Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan!
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Bupati Tanggamus Terseret Kasus Dugaan Mafia Tanah, Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Ekonom BTN Nilai BI Rate Naik ke 5,75 Persen Demi Bentengi Rupiah dan Redam Efek Inflasi
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
BTN Nilai Ruang Penyesuaian BI-Rate Kian Terbatas Usai Naik ke 5,75%
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kaja Kallas: Uni Eropa pertimbangkan cabut sanksi nuklir terhadap Iran
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.