Dedi Mulyadi Diamuk Teteh-teteh Puncak yang Warungnya Digusur, Begini Jawaban Savage sang Gubernur

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Momen Dedi Mulyadi diamuk teteh-teteh di puncak Cianjur ramai jadi perbincangan. Usut punya usut, para teteh itu marah lantaran warungnya terkena gusur.

Ya, sebelumnya memang ada penertiban dan penggusuran di kawasan wisata puncak kabupaten Cianjur. Dan ya, para teteh-teteh yang diduga merupakan pedagang di kawasan Ciloto, Puncak Cianjur melakukan protes.

Kejadian protes tersebut pun terjadi Sabtu (13/6/2026). Dimana mereka sampai ada yang membawa spanduk berisi kemarahan atas tindakan penggusuran di tempat mereka mencari nafkah.

Mengetahui hal tersebut, momen Dedi Mulyadi diamuk teteh-teteh di puncak Cianjur justru direspon santai oleh Gubernur Jawa Barat itu. Ya, KDM sapaan akrab Dedi bahkan mengunggah video saat para teteh protes di Instagram pribadinya.

"Teteh marah, ya, sama saya?" tanya Dedi Mulyadi dalam video yang diunggahnya di Instagram @dedimulyadi71, dikutip Grid.ID Kamis (18/6/2026).

Setelahnya, Dedi mengungkapkan bahwa kemarahan adalah hal yang wajar. Meski begitu Dedi mencoba mengingatkan bahwa tanah yang digunakan para pedagang adalah ilegal.

Yakni memakai namun tidak pernah membayar pajak selama berpuluh-puluh tahun lamanya.

"Usaha itu (pedagang di puncak) usaha yang paling nyaman.

Menggunakan tanah tanpa harus bayar, membuka usaha tanpa harus bayar pajak, dan berlangsung selama berpuluh-puluh tahun," ujar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi pun mempersilakan para pedagang meluapkan kemarahannya. Menurutnya, hal tersebut adalah risiko sebagai pemimpin.

Meski begitu, Gubernur Jawa Barat itu hanya berharap agar banyak orang bisa melihat pemandangan gunung, kebun teh, dan udara yang sejuk. Dimana selama ini hal itu tertutup oleh kios-kios pedagang ilegal.

 

Lebih lanjut, meski Dedi Mulyadi diamuk teteh-teteh yang protes, KDM siap memberikan solusi. Yakni akan memberikan bantuan untuk membuka usaha baru.

"Semoga kemarahan Teteh segera berakhir. Karena walaupun Teteh melanggar, kami kan tetap memberikan bantuan untuk membuka usaha baru," ujar Dedi Mulyadi.

Nantinya, bantuan yang disebut Dedi adalah sejumlah uang yakni sebesar Rp 10 jita per kios.

"Tadinya mau saya bikin berbeda, ada yang besar ada yang kecil berdasarkan besaran kios. Tetapi karena ada tekanan yang besar, harus dibagi rata, kami membagi rata masing-masing Rp10 juta.

Walaupun tidak besar, semoga uang itu bermanfaat," tandasnya.

Sekedar informasi, sebelumnya kawasan Jalur Puncak Cianjur yang berbatasan dengan Puncak Bogor sedang ditertibkan oleh Pemprov Jabar. Warung-warung dan bangunan liar sepanjang Jalan Raya Puncak, kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, pun dibongkar oleh Pemprov Jabar. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Qodari: Fakta Soal MBG, Siswa Kelaparan Berkurang Signifikan di Sekolah
• 14 jam laludisway.id
thumb
Sekolah Rakyat di Cirebon Dijadwalkan Beroperasi Pertengahan Juli
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Tak Perlu VPN Apalagi Link Ilegal, Cek Ini untuk Nonton Piala Dunia 2026 Mudah dan Gratis
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Mandiri Jogja Marathon 2026 Diikuti 10.200 Pelari dari 17 Negara
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Pemkot Jaksel Gencarkan Pembuatan Pupuk Eco Enzyme Kurangi Sampah Organik
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.