Kejagung Pastikan Tak Sita 17.600 Motor Listrik BGN yang Mangkrak

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan tidak akan menyita sekitar 17.600 unit motor listrik yang sudah disegel dalam proses penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi menegaskan, kendaraan itu disegel semata-mata untuk mengamankan dan mendata kendaraan yang hingga kini masih tersimpan di gudang penyedia.

"Apakah itu dilakukan penyitaan semuanya? Tidak," kata Syarief ditemui di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Kamis (18/6/2026) malam.

Baca juga: Kejagung Segel Gudang Motor Listrik BGN di Sentul

Menurut dia, motor-motor listrik tersebut belum disalurkan ke titik-titik yang sebelumnya direncanakan oleh BGN sehingga penyidik perlu memastikan keberadaannya selama proses penyidikan berlangsung.

Syarief menjelaskan, penyegelan dilakukan agar penyidik dapat memantau pergerakan ribuan motor listrik tersebut dan mencegah kendaraan berpindah lokasi tanpa sepengetahuan aparat penegak hukum.

"Karena sepeda motor itu belum sampai di titik yang disampaikan oleh BGN ya. Ini masih di gudang-gudang milik penyedia," ungkapnya.

Oleh karena itu, penyidik memilih langkah penyegelan ketimbang penyitaan.

Baca juga: Fakta Motor Listrik BGN: Dulu untuk Jangkau Desa, Kini Dugaan Mark Up Rp 1 Triliun

Meski disegel, Kejagung memastikan penyedia tetap dapat melakukan perawatan terhadap kendaraan tersebut.

Pasalnya, status motor listrik tersebut masih berada di bawah penguasaan penyedia dan belum diserahkan kepada penyidik sebagai barang sitaan.

"Perawatan dari motor itu tetap bisa dilakukan oleh penyedia karena belum diserahkan ke kita," ujar Syarief.

Dalam pendataan sementara, jumlah motor listrik yang telah ditemukan penyidik mencapai sekitar 17.600 unit.

Baca juga: Kejagung Tak Akan Sita Motor Listrik BGN yang Terbengkalai di Sentul, Ini Alasannya

Proses pengecekan masih berlangsung sehingga jumlah tersebut masih dapat berubah seiring pemeriksaan di sejumlah lokasi penyimpanan lainnya.

"Kurang lebih 17.600. Masih berjalan sampai hari ini belum selesai. Ada beberapa titik kami cek," ujar dia.

Sejauh ini, penyidik telah menyegel sejumlah gudang besar yang berada di kawasan Sentul dan Cikarang.

Kedua lokasi itu disebut menjadi tempat penyimpanan motor listrik dengan jumlah terbanyak yang telah ditemukan tim penyidik.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Kejagung: Andri Mulyono Mark Up Motor Listrik BGN, Dapat Bayaran 100 Persen


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Membela Batas HAM: Legislator Lintas Partai di Taiwan Dorong Hukuman Lebih Berat bagi Kejahatan Pengambilan Organ Paksa
• 56 menit laluerabaru.net
thumb
Tak Punya Superstar, Deng Ical Justru Jagokan Belanda Juara Piala Dunia
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Sempat Setor Dana Haji Plus ke Hanania Travel, Davina Karamoy Rugi USD 10 Ribu
• 36 menit lalukumparan.com
thumb
Wakil Gubernur Sulsel Perkuat Sinergi Pemprov dan BKKBN Percepat Penurunan Stunting
• 19 jam laluterkini.id
thumb
BGN Pastikan Tak Akan Beli Motor Listrik Cs Lagi ke Depan
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.