JAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan tidak akan menyita sekitar 17.600 unit motor listrik yang sudah disegel dalam proses penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi menegaskan, kendaraan itu disegel semata-mata untuk mengamankan dan mendata kendaraan yang hingga kini masih tersimpan di gudang penyedia.
"Apakah itu dilakukan penyitaan semuanya? Tidak," kata Syarief ditemui di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Kamis (18/6/2026) malam.
Baca juga: Kejagung Segel Gudang Motor Listrik BGN di Sentul
Menurut dia, motor-motor listrik tersebut belum disalurkan ke titik-titik yang sebelumnya direncanakan oleh BGN sehingga penyidik perlu memastikan keberadaannya selama proses penyidikan berlangsung.
Syarief menjelaskan, penyegelan dilakukan agar penyidik dapat memantau pergerakan ribuan motor listrik tersebut dan mencegah kendaraan berpindah lokasi tanpa sepengetahuan aparat penegak hukum.
"Karena sepeda motor itu belum sampai di titik yang disampaikan oleh BGN ya. Ini masih di gudang-gudang milik penyedia," ungkapnya.
Oleh karena itu, penyidik memilih langkah penyegelan ketimbang penyitaan.
Baca juga: Fakta Motor Listrik BGN: Dulu untuk Jangkau Desa, Kini Dugaan Mark Up Rp 1 Triliun
Meski disegel, Kejagung memastikan penyedia tetap dapat melakukan perawatan terhadap kendaraan tersebut.
Pasalnya, status motor listrik tersebut masih berada di bawah penguasaan penyedia dan belum diserahkan kepada penyidik sebagai barang sitaan.
"Perawatan dari motor itu tetap bisa dilakukan oleh penyedia karena belum diserahkan ke kita," ujar Syarief.
Dalam pendataan sementara, jumlah motor listrik yang telah ditemukan penyidik mencapai sekitar 17.600 unit.
Baca juga: Kejagung Tak Akan Sita Motor Listrik BGN yang Terbengkalai di Sentul, Ini Alasannya
Proses pengecekan masih berlangsung sehingga jumlah tersebut masih dapat berubah seiring pemeriksaan di sejumlah lokasi penyimpanan lainnya.
"Kurang lebih 17.600. Masih berjalan sampai hari ini belum selesai. Ada beberapa titik kami cek," ujar dia.
Sejauh ini, penyidik telah menyegel sejumlah gudang besar yang berada di kawasan Sentul dan Cikarang.
Kedua lokasi itu disebut menjadi tempat penyimpanan motor listrik dengan jumlah terbanyak yang telah ditemukan tim penyidik.
Baca juga: Kejagung: Andri Mulyono Mark Up Motor Listrik BGN, Dapat Bayaran 100 Persen




