Terkini, Makassar – BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Kota Makassar resmi meluncurkan Program Makassar Berjasa dengan membentuk 1.005 agen Sistem Keagenan Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) di Lapangan Karebosi, Jumat (19/6/2026).
Program ini ditujukan untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi sekitar 81.500 pekerja rentan dan sektor informal di Kota Makassar.
Peluncuran Program Makassar Berjasa menjadi langkah strategis BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat yang selama ini belum terjangkau secara optimal oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Sebanyak 1.005 agen Perisai yang dibentuk akan berperan sebagai ujung tombak dalam memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta membantu proses pendaftaran dan pelayanan bagi calon peserta di tingkat komunitas.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar, Zainal Ibrahim, mengatakan kehadiran agen Perisai merupakan solusi untuk menjangkau kelompok pekerja rentan yang selama ini belum mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan secara maksimal.
“Keagenan Perisai menjadi perpanjangan tangan pemerintah dan BPJS Ketenagakerjaan dalam menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini sulit dijangkau. Mereka akan bertugas merekrut peserta baru sekaligus memberikan edukasi terkait pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Zainal.
Ia menjelaskan, dari sekitar 81.500 pekerja rentan yang menjadi sasaran program, sebanyak 5.000 pekerja telah memperoleh perlindungan melalui program Jaminan Hari Tua (JHT) hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan BPJS Ketenagakerjaan.
Selain memperluas cakupan perlindungan sosial, pembentukan agen Perisai juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui skema keagenan yang dikembangkan BPJS Ketenagakerjaan.
Pada kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan turut menyerahkan santunan kepada sejumlah peserta dan ahli waris penerima manfaat sebagai bentuk nyata perlindungan yang diberikan kepada pekerja dan keluarganya.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa Program Makassar Berjasa merupakan upaya menghadirkan perlindungan sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Mudah-mudahan ini menjadi program yang berkelanjutan. Bahkan, ini menjadi program pertama di Indonesia yang mengintegrasikan perlindungan pekerja rentan dan jaminan hari tua secara masif,” kata Munafri.
Menurutnya, keberadaan agen Perisai akan membantu meningkatkan literasi masyarakat terkait manfaat program BPJS Ketenagakerjaan. Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kota Makassar melibatkan unsur RT dan RW sebagai bagian dari jaringan agen Perisai di tingkat wilayah.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Syaiful Hidayat, menegaskan bahwa agen Perisai memiliki peran penting sebagai penghubung antara BPJS Ketenagakerjaan dan masyarakat.
“Agen Perisai adalah pihak yang paling memahami kondisi masyarakatnya. Mereka diharapkan menjadi ujung tombak dalam memberikan literasi, pelayanan, dan menjawab berbagai pertanyaan masyarakat terkait program BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Syaiful.
Ia juga mengingatkan seluruh agen Perisai untuk menjaga integritas serta memastikan validitas data peserta yang didaftarkan guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Suci Ahmad, mengungkapkan bahwa sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan senilai Rp211 miliar kepada peserta di wilayah Sulawesi dan Maluku.
Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya fokus pada pembayaran manfaat, tetapi juga berupaya meningkatkan kesejahteraan peserta melalui program pemberdayaan ekonomi.
“Kami akan memberikan pelatihan literasi keuangan dan pelatihan produktivitas kepada para penerima manfaat agar dana yang diterima tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi usaha produktif,” jelas Suci.
BPJS Ketenagakerjaan juga menggandeng berbagai ekosistem digital untuk membantu pemasaran produk usaha masyarakat sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh para penerima manfaat.
Suci Ahmad mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Makassar yang menjadi daerah pertama di Indonesia yang mengintegrasikan perlindungan pekerja rentan dengan program Jaminan Hari Tua (JHT).
“Kota Makassar menjadi contoh nasional. Model keagenan Perisai yang dibentuk hingga tingkat RT dan RW akan terus kami gaungkan secara nasional agar dapat direplikasi oleh daerah lain di Indonesia,” pungkasnya.
Melalui Program Makassar Berjasa, BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Kota Makassar berharap semakin banyak pekerja rentan memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sehingga risiko kemiskinan akibat kecelakaan kerja, kehilangan pencari nafkah, maupun memasuki usia tidak produktif dapat diminimalkan




