jpnn.com - Sebanyak 4.263 personel gabungan terjun untuk mengamankan jalannya aksi mahasiswa dan masyarakat sipil di beberapa titik, kawasan Jakarta, Jumat (19/6).
”Pelayanan aksi unjuk rasa wilayah Jakarta Pusat sebanyak 4.263 personel gabungan,” kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) Iptu Erlyn Sumantri kepada awak media, Jumat (19/6).
BACA JUGA: Intel Polda DIY Diamankan Mahasiswa UMY, Kombes Ihsan Buka Suara
Beberapa titik menjadi lokasi aksi pada Jumat ini, mulai Gedung DPR/MPR, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Tugu Tani, Kementerian Keuangan, sampai Kawasan Monumen Nasional (Monas).
Erlyn memastikan keberadaan ribuan personel gabungan ialah untuk melayani aksi massa menyampaikan aspirasi.
BACA JUGA: Kejagung Ungkap Peran GHS di Kasus Korupsi MBG yang Menjerat Dadan Hindayana
”Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang akan menyampaikan aspirasinya,” ucap dia.
Diketahui, Dewan Pengurus Nasional Tani Merdeka Indonesia menggelar aksi di Kawasan Monas, Gambir.
BACA JUGA: Silakan Disimak Kalimat Jazilul PKB soal Posisi Politik PDIP
Selanjutnya, mahasiswa dari Universitas Trisakti (Usakti) yang akan berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR serta Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia di Bundaran Hotel Indonesia.
Adapun, mahasiswa dari Usakti seperti tertuang dalam Instagram akun @bemftiusakti membawa tiga tuntutan dalam demonstrasi pada Jumat ini.
Pertama, mahasiswa Usakti menuntut dilakukan pemulihan ekonomi dan politik melalui penurunan harga bahan pokok dan BBM serta penghentian pemborosan APBN.
Kedua, mahasiswa menuntut pemberantasan inkompetensi pejabat melalui penghentian sementara program MBG dan perbaikan komunikasi publik pemerintah.
Ketiga, mahasiswa menuntut pengembalian supremasi sipil melalui pembebasan tahanan politik, penghentian represivitas aparat di Indonesia bagian timur, dan penyetopan PSN tak berpihak ke rakyat.
Erlyn berharap aksi demo hari ini berjalan aman dan lancar serta tak terjadi aksi perusakan fasilitas umum.
”Sampaikan pendapat dengan damai, tidak anarkistis, tidak membakar ban bekas, tidak merusak fasilitas umum, serta tidak melawan petugas. Hormati masyarakat lain yang sedang beraktivitas,” pungkasnya.(ast/jpnn)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan




