Jakarta, VIVA – Dunia kerja terus berkembang dan menuntut lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Kondisi tersebut membuat banyak perguruan tinggi mulai mencari pendekatan baru untuk mempersempit jarak antara dunia akademik dan dunia profesional.
Salah satu konsep yang mulai banyak diterapkan adalah living laboratory. Model pembelajaran ini memungkinkan mahasiswa belajar langsung di lingkungan industri nyata sebagai bagian dari kurikulum, bukan hanya melalui program magang yang berlangsung dalam periode terbatas.
Secara sederhana, living laboratory merupakan metode pembelajaran yang menjadikan lingkungan bisnis atau industri sebagai ruang belajar. Dengan pendekatan ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah organisasi beroperasi, menghadapi tantangan, dan mengambil keputusan dalam aktivitas sehari-hari.
Berbeda dengan magang yang umumnya berfokus pada pengalaman kerja dalam jangka waktu tertentu, living laboratory dirancang menjadi bagian integral dari proses pendidikan. Mahasiswa tetap menjalani pembelajaran akademik, namun pada saat yang sama mereka juga terlibat dalam aktivitas industri yang sesungguhnya.
Pendekatan tersebut dinilai mampu membantu mahasiswa memahami hubungan antara teori dan praktik secara lebih utuh. Mereka tidak hanya mempelajari konsep di ruang kelas, tetapi juga melihat bagaimana konsep tersebut diterapkan dalam kondisi nyata.
Tren ini mulai mendapat perhatian dari berbagai sektor industri yang membutuhkan sumber daya manusia siap kerja. Melalui keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran, perusahaan juga memiliki kesempatan untuk memperkenalkan standar kerja dan kompetensi yang dibutuhkan di lapangan.
Salah satu implementasi konsep living laboratory dilakukan oleh Pradita University melalui kerja sama dengan Ascott International Management Indonesia dan Harris Hotel & Convention Serpong. Kolaborasi tersebut akan diterapkan pada Program Studi Pariwisata mulai September 2026.
"Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyata, dinamis, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Lewat konsep living laboratory, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga merasakan langsung bagaimana industri berjalan sehari-hari," ujar Ketua Yayasan Pendidikan Pradita Indonesia, Aida Halim, dikutip Jumat 19 Juni 2026.





