Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) dilaporkan akan meminta Kongres untuk menyetujui anggaran sebesar US$ 80 miliar, atau setara Rp 1.423 triliun, untuk menutup biaya perang melawan Iran dan pengeluaran pertahanan lainnya.
Laporan tersebut, seperti dilansir AFP, Jumat (19/6/2026), disampaikan oleh media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), yang mengutip sejumlah orang yang mengetahui diskusi anggaran tersebut.
Presiden AS Donald Trump menghadapi kecaman dari warga dan pejabat Washington yang menuduhnya menghabiskan miliaran dolar Amerika uang pajak untuk konflik Timur Tengah, sementara harga minyak dan inflasi meroket di AS.
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) AS Stephen Feinberg, menurut WSJ, mengajukan permintaan anggaran itu kepada para anggota Kongres AS pekan ini.
WSJ melaporkan bahwa para pemimpin Pentagon telah mengatakan mereka berisiko kehabisan pendanaan untuk operasi dalam beberapa bulan mendatang, kecuali Kongres AS mengesahkan rencana anggaran masa perang yang baru.
Imbas dari situasi tersebut, imbuh laporan WSJ, militer AS mungkin perlu mengurangi pelatihan dan pengerahan pasukan di sepanjang perbatasan AS-Meksiko sebagai bagian dari penindakan keras Trump terhadap imigrasi.
Pentagon mengatakan bulan lalu bahwa biaya perang melawan Iran telah meningkat hampir US$ 29 miliar, atau setara Rp 516 triliun. Namun Partai Demokrat dan para pengkritik lainnya menyebut biaya sebenarnya -- termasuk kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan pembalasan Iran -- bisa jauh lebih tinggi.
(nvc/ita)





