Perantau Asal Jawa Tengah Persembahkan Gebyar Harmoni Budaya di Jakarta

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Perkumpulan perantau yang tergabung dalam Paguyuban Jawa Tengah menggelar acara Gebyar Harmoni Budaya yang digelar di Pelataran Blok M Hub, Jakarta Selatan, Jumat malam (19/6).

Acara itu menampilkan dua pagelaran wayang kulit. Yaitu wayang kulit gagrak atau gaya Betawi dengan dalang Ki Sukadana dan wayang kulit gagrak Jawa dengan dalang KRA Ki Gunarto Gunotalijendro. 

BACA JUGA: Sosialisasi Empat Pilar MPR, Lestari Moerdijat Hadirkan Pertunjukan Wayang Kulit

Selain wayang kulit juga ada fragmen pentas teater kolaborasi.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut hadir secara langsung untuk memberikan dukungan penuh kepada warga Jateng yang merantau di Jabodetabek tersebut. 

BACA JUGA: Luncurkan Harmoni Budaya Indonesia, NasDem Pamer Lukisan Sujiwo Tejo

Acara ini juga dihadiri Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Sutiyoso (Bang Yos), Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah AK Al-Sattiri, Duta Besar Bahrain untuk Indonesia Ahmed Abdulla AlHajeri, serta sejumlah tokoh lain.

Ahmad Luthfi mengatakan melalui Gebyar Harmoni Budaya ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Tengah dapat beradaptasi dan berkolaborasi di tempat-tempat perantauan. Pun dengan adanya pertunjukan wayang kulit ini, menandakan bahwa warga Jawa Tengah di perantauan tidak melupakan tempat asalnya. 

"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Masyarakat di perantauan telah membanggakan bagi Jawa Tengah, ikut membangun wilayah ia tinggal sekarang, namun tetap ingat tanah leluhur," katanya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menyampaikan pembangunan di Jawa Tengah saat ini terus berkembang. 

Bahkan, provinsi ini sedang menjadi daya tarik investasi dari berbagai daerah di dalam negeri maupun luar negeri. 

Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, Leles Sudarmanto mengatakan, gelaran wayang kulit sengaja dipilih karena merupakan produk budaya yang sudah menjadi aset negara Indonesia. 

Maka sangat penting untuk dilestarikan oleh seluruh masyarakat,  termasuk generasi muda Indonesia, terutama orang Jawa dan Betawi.

Leles menambahkan Harmoni Budaya ini adalah kolaborasi seni budaya antara wong Jawa dan Betawi. 

“Maka dari itu kita terus upayakan karena gubernur DKI Jakarta bersama Gubernur Jawa Tengah juga kolaborasi. Hal-hal seperti ini penting sekali, Republik Indonesia ini perlu kolaborasi untuk menyamakan persepsi melalui budaya," kata Leles. (adv/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Elvi Robiatul, Elvi Robiatul


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Psikologi di Balik Drakor Teach You a Lesson: Kenapa Kita Puas Lihat Pelaku Dihukum Tegas?
• 16 jam lalukompas.com
thumb
WEGE Siapkan Roadmap ESG 2026–2030 untuk Perkuat Konstruksi Berkelanjutan
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Didit Anak Prabowo Bertemu dengan Jokowi di Solo, Ini Kata Istana
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Lalukan Sidak SPPG, KSP Dudung: Banyak Dapur MBG Sudah Penuhi Standar
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Bukan Timur Tengah, Trump Menggila di Sini-211 Orang Tewas
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.