JAYAPURA, KOMPAS - Seorang warga sipil terluka dalam insiden ledakan granat di Kampung Danggoa, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (19/6/2026). Terkait kejadian ini, TNI menyatakan tak ada operasi dan patroli saat kejadian tersebut. Adapun pihak Organisasi Papua Merdeka belum melaporkan adanya kontak senjata dengan aparat keamanan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Intan Jaya Asir Mirip mengatakan, pihaknya telah menerima informasi ini. Kejadian ini dilaporkan terjadi pada Jumat siang. Korbannya adalah perempuan bernama Oktopina Pogau (40) dan Aliana Pogau (45). Pada saat kejadian, keduanya baru pulang dari kebun.
“Satu korban (Oktopina) berhasil menghindar. Namun, satu korban lainnya (Aliana) terluka cukup parah,” kata Asir saat dihubungi dari Jayapura, Papua, Sabtu (20/6/2026).
Insiden ini juga telah dikonfirmasi oleh Ketua Tim Peduli Kemanusiaan Kabupaten Intan Jaya Yoakim Mujizau. Dalam sejumlah aksi teror dan tragedi kemanusiaan Intan Jaya, Yoakim terlibat sebagai pihak yang ikut memediasi atau menyelidiki insiden.
Untuk kejadian terbaru di Agisiga, Yoakim turut mendampingi korban luka yang dibawa ke Nabire, ibu kota Papua Tengah. Yoakim turut membagikan foto korban yang saat ini telah berada di Nabire. Korban mengalami luka di salah satu lengannya.
“Kondisinya (korban) membaik. Walaupun terluka tapi korban masih bisa sadar, masih bisa cerita, masih bisa duduk,” ujar Yoakim, saat dihubungi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Yoakim, saat kejadian, di sekitar Agisiga dilaporkan ada pergerakan anggota kelompok bersenjata pimpinan Aibon Kogoya. Keberadaan kelompok ini diduga memicu pengejaran dan penindakan oleh pihak aparat.
Satu korban (Oktopina) berhasil menghindar. Namun, satu korban lainnya (Aliana) terluka cukup parah.
Di sisi lain, lanjut Yoakim, di lokasi lewat kelompok Aibon, saat itu juga sedang ada aktivitas dua warga. Mereka sedang mencuci hasil kebun di kawasan tersebut.
“Saat itu, ada granat jatuh dan meledak serta melukai korban,” ucap Yoakim.
Saat dihubungi, pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) belum memberikan informasi terkait insiden maupun kontak tembak dengan aparat.
Sementara itu, pihak TNI melalui Komando Operasi (Koops) Habema menyatakan, peristiwa saat ini masih diselidiki. Namun, Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letnan Kolonel Wirya Arthadiguna menyatakan tidak ada operasi TNI saat peristiwa terjadi.
Hal ini, kata Wirya, berdasarkan laporan operasi dari anggota di lapangan. Laporan tersebut menyebutkan tidak ada patroli dan penggunaan granat maupun bahan peledak oleh personel TNI saat kejadian tersebut.
“Berdasarkan data kegiatan satuan yang kami miliki, tidak ada patroli TNI yang berada di Kampung Danggoa saat kejadian berlangsung. Namun demikian, kami menghormati proses investigasi yang sedang berjalan agar penyebab kejadian dapat diketahui secara jelas dan objektif," kata Wirya.
Wirya menyatakan, Koops TNI Habema mendukung penuh upaya penanganan terhadap para korban. Selain itu, pihaknya siap membantu langkah-langkah kemanusiaan yang diperlukan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.





