5 Kebiasaan Orang yang Jarang Stres Meski Menghadapi Urusan Keuangan

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

Hidup di bawah kemampuan finansial dan mengetahui ke mana uang dibelanjakan merupakan bagian dari rencana sederhana untuk mengurangi stres keuangan.

Oleh Mike Donghia

Pada awal pernikahan kami, sebelum penulis benar-benar memahami cara mengelola keuangan keluarga, penulis sering mengkhawatirkan masalah uang. Mungkin hal itu wajar bagi pasangan yang baru menikah, memiliki utang sebesar 70.000 dolar AS, dan masih mencari pekerjaan. Namun, itulah bukan cara hidup yang kami inginkan.

Yang penulis inginkan adalah pikiran yang jernih dan tenang, serta kemampuan untuk tertidur di malam hari tanpa beban pikiran. Namun yang penulis miliki saat itu adalah obsesi kecil untuk melunasi utang dan kecemasan terhadap setiap pengeluaran, sekecil apa pun.

Mungkin tingkat keseriusan penulis saat itu memang diperlukan untuk suatu periode tertentu. Namun, stres kronis sangat membebani tubuh, dan penulis mengetahui kondisi mental seperti itu tidak mungkin penulis pertahankan sekarang, ketika sudah berusia pertengahan 30-an, memiliki empat anak kecil, dan jadwal yang sangat padat.

Tentu saja, tidak semua orang memiliki pilihan untuk tidak mengkhawatirkan uang. Sebagai sukarelawan dalam komite bantuan berbasis kebutuhan di gereja kami, penulis berkesempatan berbicara dengan banyak orang yang mengalami kesulitan keuangan akibat keadaan di luar kendali mereka.

Namun, dalam sebagian besar kisah tersebut, terlihat bahwa pilihan-pilihan yang mereka ambil sebelumnya membuka peluang munculnya stres keuangan. Setidaknya, kondisi itu menjadi lebih buruk karena keputusan mereka untuk hidup terlalu dekat dengan batas kemampuan finansial mereka.

Terlepas dari keputusan yang kurang bijak, setiap orang layak mendapatkan bantuan. Tidak ada seorang pun yang selalu membuat keputusan sempurna, dan nasib buruk juga tidak menimpa setiap orang secara merata.

Bagi kebanyakan orang yang membaca artikel ini, stres keuangan sebenarnya dapat dihindari hampir sepanjang waktu. Jika kondisi Anda saat ini belum memungkinkan, hal itu dapat menjadi kenyataan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan dengan menerapkan kebiasaan yang tepat.

Lalu, apa saja kebiasaan tersebut?

5 Kebiasaan Sehari-hari Orang yang Jarang Stres soal Uang

Orang-orang yang berhasil menghindari stres keuangan biasanya menerapkan kebiasaan dan pola pikir berikut dengan baik:

1. Mereka Tidak Membiarkan Emosi Mengendalikan Pengeluaran

Salah satu keputusan terbaik yang kami ambil saat berusaha melunasi utang pada tahun-tahun awal pernikahan adalah menjadikan “tidak mengeluarkan uang” sebagai pilihan default.

Pembelian impulsif sangat sulit dihentikan setelah Anda mulai melakukannya. Hampir mustahil menahan diri untuk tidak menghabiskan uang Rp50.000 di sini atau Rp100.000 di sana ketika Anda tahu saldo rekening masih tersedia.

Anda sebenarnya tidak membutuhkan kesenangan-kesenangan kecil tersebut untuk menjalani hidup yang bahagia. Justru kemungkinan besar Anda akan menjadi terbiasa dengannya dan merasa tidak puas jika tidak mendapatkannya. Alih-alih memberikan kebahagiaan, hal itu berubah menjadi ekspektasi yang tidak pernah benar-benar memuaskan.

2. Mereka Hidup di Bawah Kemampuan Finansial

Setelah berhasil melunasi utang dalam waktu tiga tahun, kami mulai bersikap lebih santai dalam membuat anggaran. Saya menghitung bahwa pengeluaran kami kurang lebih sama dengan pendapatan, dan saya menganggap itu sudah cukup baik.

Namun, selama beberapa tahun berturut-turut, kami melihat tabungan terus berkurang.

Masalahnya adalah kami hidup tepat di batas kemampuan finansial kami. Begitu uang masuk, uang itu langsung dibelanjakan. Kami tidak pernah benar-benar memperhitungkan pengeluaran besar yang tidak terduga, seperti kelahiran anak atau kebutuhan membeli mobil baru.

Tanpa adanya ruang cadangan dalam anggaran, berbagai “kejutan” tersebut selalu menggerus tabungan kami.

3. Mereka Tahu Persis Berapa Banyak dan untuk Apa Uang Dibelanjakan

Menghilangkan stres keuangan berarti memiliki keyakinan bahwa Anda selalu memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus memiliki dana cadangan yang cukup besar untuk menghadapi hampir semua kejutan.

Anda tidak bisa memiliki keyakinan tersebut tanpa mengetahui secara tepat berapa banyak uang yang dihabiskan untuk setiap kategori pengeluaran sepanjang tahun.

Sebagai contoh, tagihan gas rumah kami meningkat sekitar 150 hingga 200 dolar AS pada bulan-bulan paling dingin. Jika saya tidak mengetahui hal itu, sangat mudah bagi saya untuk tanpa sadar menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan lain dan akhirnya kekurangan dana saat musim dingin tiba.

4. Mereka Hanya Mempertimbangkan Berutang dalam Keadaan Darurat

Dalam hal utang, penulis tidak seketat Dave Ramsey, yang bahkan tidak menggunakan kartu kredit dan membeli rumahnya secara tunai.

Namun, ketika berbicara tentang utang konsumtif biasa atau membiarkan tagihan kartu kredit mulai dikenai bunga, saya sepenuhnya sependapat dengannya.

Bagi penulis, mengambil utang dalam jumlah besar adalah sesuatu yang sebisa mungkin harus dihindari. Penulis akan melakukan apa saja untuk menghindarinya—mengambil pekerjaan tambahan, memperbaiki barang sendiri, menunda pembelian yang penting, atau mengonsumsi makanan yang lebih murah.

Menurut penulis, banyak orang memandang utang terlalu santai dan tidak bersedia melakukan pengorbanan yang sulit ketika dibutuhkan.

Moto penulis adalah: “Lebih baik mengorbankan keinginan daripada membiarkan kekhawatiran tentang uang mencuri kebahagiaan saya.”

5. Mereka Menabung dan Berinvestasi Sedikit demi Sedikit Setiap Bulan

Kekhawatiran tentang uang tidak akan pernah benar-benar hilang jika Anda tidak membangun bantalan keuangan yang cukup untuk menghadapi hal-hal tak terduga.

Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan menyisihkan sejumlah uang secara tetap dari setiap gaji dan menginvestasikannya agar memperoleh imbal hasil yang baik.

Mungkin Anda menempatkannya dalam deposito berjangka, rekening tabungan berbunga tinggi, atau bahkan dana indeks. Yang terpenting, uang tersebut berada di rekening terpisah dan terus bertumbuh melalui efek bunga majemuk.

Bagian yang paling sulit tentu saja adalah menyisihkan uang itu sejak awal. Jika Anda menunggu sampai akhir bulan untuk melihat sisa uang yang ada, kemungkinan besar tidak akan ada yang tersisa.

Naluri alami manusia adalah menghabiskan apa yang dimiliki.

Karena itu, Anda harus membuat keputusan sulit sejak awal dan mencari cara agar sisa uang yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Cara hidup seperti ini memaksa Anda menjadi lebih kreatif dan mungkin harus mengorbankan beberapa hal.

Namun, itu tidak masalah, karena Anda sedang membangun masa depan yang lebih baik—dan bisa tidur sedikit lebih nyenyak di sepanjang perjalanan.

Mike Donghia dan istrinya, Mollie, menulis blog This Evergreen Home, tempat mereka berbagi pengalaman tentang hidup sederhana, penuh kesadaran, dan berfokus pada hubungan antarmanusia di dunia modern saat ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam Sekolah di Pasar Mayestik Terpantau Sepi
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Anggaran Cekak, Begini Cara Pelalawan Tangani Karhutla Gambut
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pertamina Patra Niaga Sediakan Promo Bright Gas dan Paket UMKM bagi Pengunjung Jakarta Fair 2026
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Dedi Mulyadi Usulkan Jalan Nasional di Jawa Barat Dikelola Pemda, Ini Alasannya
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Wabup Kolaka Utara Temui Mensos, Pembangunan Sekolah Rakyat Ditargetkan Masuk Tahap Lelang Oktober 2026
• 22 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.