Penjualan Mobil Listrik di Amerika Utara Anjlok Setelah Insentif Pajak Dicabut

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan plug-in hybrid (PHEV) global menghadapi tekanan berat setelah penjualan di Amerika Utara dan China anjlok signifikan pada Mei 2026.

Meskipun kawasan Eropa mencatatkan lonjakan permintaan yang cukup tinggi, pelemahan tajam di dua pasar otomotif terbesar dunia tersebut membuat pertumbuhan volume penjualan global stagnan dan hampir tidak bergerak dari pencapaian tahun lalu.

Berdasarkan data dari analis Benchmark Mineral Intelligence, Sabtu (20/6/2026) sekitar 1,8 juta unit EV dan PHEV terjual di seluruh dunia sepanjang Mei 2026. Angka ini memang tumbuh 7% dibandingkan dengan April, namun hanya naik tipis 3% dari periode yang sama tahun lalu.

Secara kumulatif, total penjualan global sepanjang tahun berjalan menyentuh 7,5 juta unit, bergerak lambat dengan pertumbuhan hanya 0,9% dibandingkan dengan posisi lima bulan pertama pada 2025.

"Kinerja regional sangat tidak merata, dengan perubahan kebijakan dan kondisi pasar lokal yang terus membentuk arah permintaan,"" ujar Charles Lester, Data Manager Benchmark Mineral Intelligence.

Kawasan Amerika Utara menjadi titik terlemah dalam peta industri hijau saat ini akibat hilangnya lebih dari seperempat pembeli dalam setahun. Penjualan di wilayah tersebut hanya mencapai 120.000 unit pada Mei, jatuh 26% secara tahunan (year-on-year).

Baca Juga

  • Sederet Tantangan IKM Jadi Bagian Rantai Pasok Kendaraan Listrik
  • Insentif Kendaraan Listrik Ditunda, OJK Ungkap Dampaknya ke Industri Multifinance
  • Grab Perbanyak Unit Kendaraan Listrik

Akumulasi penjualan sepanjang Januari hingga Mei 2026 juga merosot 25% menjadi 580.000 unit, dipicu oleh penghapusan kredit pajak EV federal di Amerika Serikat tahun lalu serta mundurnya sejumlah pabrikan otomotif konvensional dari segmen ini.

Kondisi kurang menggembirakan juga melanda China yang berstatus sebagai pasar tunggal terbesar. Penjualan domestik di Negeri Tirai Bambu turun 9% secara tahunan menjadi sekitar 990.000 unit pada Mei, sementara penjualan sepanjang tahun berjalan merosot 15% menjadi 3,9 milar unit. Sisi positifnya, angka Mei menunjukkan pemulihan tipis dengan kenaikan 11% dari bulan April.

Meski permintaan domestik melemah, pabrikan China berhasil mencetak rekor ekspor kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) yang mendekati 450.000 unit pada Mei dipimpin oleh BYD, Chery, dan Geely.

Sebaliknya, Eropa menjadi penyelamat industri melalui pertumbuhan penjualan sebesar 23% secara tahunan menjadi 420.000 unit di bulan Mei berkat program insentif dan tingginya harga bahan bakar minyak. Mobil listrik buatan China berkontribusi besar di benua biru, menguasai 32% pasar di Inggris, 14% di Jerman, dan 10% di Prancis meskipun ada hambatan tarif dari Uni Eropa. (Carcoops, Sabtu 20/6/2026)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MSCI Pertahankan Mayoritas Penilaian Indonesia, Sinyal Positif bagi Pasar Modal
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Akhiri Sesi Kualifikasi di Posisi ke-14, Alex Marquez Putuskan untuk Mundur dari MotoGP Ceko 2026
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
PDI-P Jelaskan Posisi Penyeimbang: Dukung yang Baik tapi Tetap Bisa Kritik
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Bareskrim Tahan Eks Petinggi OJK di Kasus Penggelapan Dana Syariah Indonesia
• 7 jam laluokezone.com
thumb
‎Lama Dijodoh-jodohkan, Ivan Gunawan Akhirnya Blak-blakan soal Perasaannya ke Ayu Ting Ting
• 10 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.