Jakarta, tvOnenews.com - Isu keberlanjutan kini semakin memengaruhi arah investasi global, termasuk di sektor pangan dan peternakan. Perusahaan yang mampu membuktikan dampak lingkungan dan sosialnya secara terukur dinilai memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh akses pembiayaan berkelanjutan dari investor maupun lembaga keuangan internasional.
Fenomena tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Konferensi Social Life Cycle Assessment (S-LCA) yang digelar di Bogor, Kamis (18/6/2026). Dalam forum itu, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) membagikan pengalamannya menerapkan pendekatan ilmiah dalam strategi keuangan perusahaan.
Perusahaan perunggasan terintegrasi itu menjelaskan penggunaan metode Life Cycle Assessment (LCA) atau kajian siklus hidup sebagai dasar untuk mengukur dampak lingkungan di seluruh rantai produksi perusahaan.
Pendekatan berbasis data ilmiah tersebut kini semakin menjadi perhatian di dunia keuangan global. Investor, pemegang obligasi, hingga sektor perbankan mulai menempatkan aspek lingkungan dan sosial sebagai faktor penting dalam pengambilan keputusan investasi.
Di sisi lain, lembaga keuangan juga dituntut memastikan pembiayaan berkelanjutan yang mereka salurkan benar-benar memiliki dampak nyata dan dapat diukur secara transparan.
Dalam diskusi panel bertajuk “Science-Based Sustainable Finance”, para peserta menyoroti pentingnya penggunaan data ilmiah yang akurat untuk mengidentifikasi titik-titik utama yang memiliki dampak lingkungan signifikan dalam proses bisnis perusahaan.
Hasil kajian tersebut kemudian digunakan untuk menyusun target keberlanjutan yang terukur dan terintegrasi dalam instrumen pembiayaan perusahaan.
Director and Chief Financial Officer Japfa Ltd, Kevin Monteiro, mengatakan pendekatan keberlanjutan tidak bisa lagi diposisikan hanya sebagai program tambahan perusahaan.
“Membangun kredibilitas di mata investor ESG harus dimulai dengan menjadikan keberlanjutan sebagai bagian inti dari bisnis, bukan sekadar inisiatif terpisah. Hal ini berarti perusahaan perlu fokus pada aspek yang benar-benar material di sepanjang rantai nilai untuk mengidentifikasi area yang memiliki potensi perbaikan paling signifikan. Salah satu cara paling kredibel untuk melakukannya adalah melalui pendekatan LCA berbasis sains,” ujar Kevin, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (20/6/2026).
Menurut dia, penggunaan pendekatan ilmiah dalam strategi keuangan telah membantu perusahaan memperoleh sejumlah pendanaan berbasis keberlanjutan dalam beberapa tahun terakhir.




