Urban Farming sebagai Solusi Kreatif di Lahan Terbatas

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, melakukan panen bersama di lokasi Urban Farming Kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo, Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini menjadi simbol keberhasilan pemanfaatan lahan sempit di perkotaan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehat sekaligus menambah penghasilan warga.

Munafri menegaskan bahwa urban farming merupakan konsep pertanian yang memanfaatkan lahan terbatas di kawasan perkotaan untuk menghasilkan berbagai komoditas pangan, mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga ternak dan ikan.

“Dengan cara ini, masyarakat tetap bisa bercocok tanam meskipun tinggal di kawasan perkotaan yang memiliki keterbatasan ruang,” jelasnya.

Menurutnya, keterbatasan lahan bukan hambatan selama ada kreativitas dan teknologi sederhana yang diterapkan.

“Yang terpenting adalah kemauan untuk memulai. Tidak harus dengan lahan yang luas. Bahkan dengan memanfaatkan lahan bekas sebagai lokasi tanam, masyarakat sudah bisa menghasilkan kebutuhan pangan untuk keluarga,” pungkas Munafri.

Kecamatan Tallo menargetkan pengembangan sekitar 50 titik urban farming yang tersebar di berbagai kelurahan sebagai pusat edukasi, produksi pangan keluarga, sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat.

Camat Tallo, Andi Husni, menjelaskan bahwa kawasan urban farming ini tidak hanya menanam sayuran, tetapi juga mengintegrasikan peternakan ayam, budidaya ikan, fasilitas teba modern, lubang biopori untuk resapan air, dan pengolahan eco enzyme sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan yang ramah.

“Kami ingin menghadirkan kawasan yang terintegrasi. Tidak hanya menanam sayuran, tetapi juga mengembangkan peternakan, perikanan, pengelolaan sampah organik, dan konservasi lingkungan dalam satu lokasi,” katanya.

Kawasan ini juga akan menjadi pusat aktivitas masyarakat dengan pameran urban farming, peluncuran Sentra Tukar Sampah, dan pasar tani yang beroperasi setiap hari Minggu untuk menjual hasil pertanian, produk UMKM, dan produk olahan lokal.

Munafri mengapresiasi inovasi yang dilakukan masyarakat dan Pemerintah Kecamatan Tallo dalam mengembangkan urban farming dan pengelolaan lingkungan.

“Ini adalah kegiatan yang sangat positif karena selain mendukung kebutuhan pangan keluarga, juga bisa menjadi sumber tambahan penghasilan bagi masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Andi Husni memaparkan bahwa pihaknya memanfaatkan kontainer bekas masa pandemi Covid-19 untuk dijadikan fasilitas Sentra Tukar Sampah yang mendukung pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Inovasi ini diharapkan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Harapan dan Langkah Ke Depan

Dengan dukungan Pemerintah Kota Makassar, Kecamatan Tallo optimistis urban farming akan terus berkembang sebagai model pemberdayaan masyarakat perkotaan yang mendukung ketahanan pangan dan penguatan ekonomi keluarga.

Munafri mengajak masyarakat untuk mulai mengembangkan urban farming dari skala kecil dengan memilih jenis tanaman yang mudah dibudidayakan dan bernilai konsumsi tinggi seperti kangkung, bayam, cabai, dan tomat, dengan kolaborasi Dinas Perikanan dan Pertanian.

“Adanya urban farming, bisa meningkatkan pendapatan warga, serta memperkuat budaya hidup ramah lingkungan,” beber Andi Husni. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fantastis! iPhone XS Harga Awal Rp231 Ribu Laku Rp34 Juta di Lelang KPK
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Kebakaran di Jeneponto, Rumah Panggung, Motor Hingga Mobil Hangus Terbakar
• 18 jam laluterkini.id
thumb
[FULL] Pengamat Militer CIDE soal AS-Iran Merapat ke Swiss, Sinyal Damai Menguat? | KOMPAS MALAM
• 48 menit lalukompas.tv
thumb
Mengawal Koperasi Desa, Mengawal Harapan Rakyat
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
3 Kendaraan Kecelakaan di Tol Becakayu, 8 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
• 8 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.