Perak Masuk ke "Lubang Derita", Harga Ambruk 4% Lebih

cnbcindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga perak terpantau merana sepanjang pekan ini, terbebani oleh sinyal hawkish dari bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed).

Merujuk Refinitiv, harga perak di perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (19/6/2026) ditutup di posisi US$64,9 per troy ons, ambruk 1,39% dari perdagangan sehari sebelumnya. Sepanjang pekan ini, harga perak anjlok 4,52% secara point-to-point (ptp).

Baca: Harga Emas Masuk Zona Merah, Jatuh 3 Hari Beruntun Dihajar AS & China

Pergerakan harga perak cenderung mengikuti emas yang juga merana, terbebani oleh sinyal hawkish dari The Fed. Selain itu, gagalnya kembali kesepakatan damai AS-Iran turut mempengaruhi pergerakan perak

"Ketegasan ketua baru The Fed secara efektif menghapus dukungan dari faktor geopolitik, mengingatkan pasar bahwa kebijakan moneter tetap menjadi penentu utama arah harga," kata Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, dikutip dari Reuters, Minggu (21/6/2026).

Sebanyak sembilan dari 19 pejabat bank sentral AS memperkirakan suku bunga acuan masih perlu dinaikkan tahun ini.

Pandangan tersebut sejalan dengan sejumlah bank sentral global yang telah menaikkan atau memberi sinyal kenaikan suku bunga guna meredam tekanan inflasi yang dipicu perang Iran.

Menurut CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini melihat peluang 87% kenaikan suku bunga AS pada Desember, naik dari 61% sebelum keputusan terbaru The Fed.

Dari sisi geopolitik, rencana perundingan AS-Iran di Swiss dibatalkan setelah Wakil Presiden AS JD Vance membatalkan kunjungannya ke negara tersebut, menambah ketidakpastian terkait keberlangsungan gencatan senjata.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(chd/luc) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bupati Nabire Terbitkan Aturan Baru Penyaluran BBM Subsidi, Berlaku Ganjil-Genap dan Wajib Barcode Kendaraan
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Menimipas Agus dan Titiek Kunjungi Nusakambangan, Tinjau Hasil Budidaya Napi
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Pertamina Beri Santunan untuk 17.300 Anak Yatim dan Dhuafa
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Serangan Udara Israel Hantam Permukiman di Lebanon Selatan, 7 Orang Tewas | SAPA PAGI
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Oditur Tak Ajukan Banding Vonis 4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.