Los Angeles: Gubernur California Gavin Newsom menetapkan status darurat menyusul kebakaran yang telah berlangsung selama beberapa hari di sebuah fasilitas penyimpanan makanan beku di kawasan Boyle Heights, Los Angeles, Amerika Serikat.
Menurut laporan media setempat, kebakaran tersebut mulai terjadi pada Rabu dan hingga akhir pekan masih dalam proses penanganan oleh petugas pemadam kebakaran.
Asap dari kebakaran dilaporkan memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah sekitar Los Angeles.
“California sedang memobilisasi sumber daya untuk mendukung Los Angeles ketika petugas pemadam kebakaran dan personel darurat terus bekerja mengendalikan kebakaran ini serta melindungi masyarakat di sekitarnya,” kata Gavin Newsom.
Pemerintah negara bagian menyatakan telah menyiapkan sekitar 5,5 juta masker N95, alat pembersih udara, air minum kemasan, serta berbagai perlengkapan darurat lainnya.
Selain itu, pemantauan kualitas udara juga diperluas guna mengantisipasi dampak kesehatan bagi masyarakat.
Sebelumnya, Wali Kota Los Angeles, Karen Bass, lebih dahulu menetapkan status darurat lokal. Menurut Bass, pemerintah kota membutuhkan dukungan tambahan dari negara bagian untuk memastikan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.
“Kami jelas membutuhkan sumber daya dari negara bagian agar dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kawasan ini aman,” ujarnya. Ancaman Limbah dan Bahaya Lingkungan Pejabat setempat mengungkapkan bahwa lebih dari 85 juta pon atau sekitar 39 juta kilogram makanan beku tersimpan di fasilitas tersebut.
Apabila sistem pendingin tidak dapat dipulihkan dalam waktu dekat, makanan tersebut berpotensi membusuk dan menimbulkan risiko biologis maupun lingkungan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Los Angeles, Jaime Moore, mengatakan zat pendingin berbahaya, termasuk amonia, telah berhasil dikeluarkan dari lokasi sehingga mengurangi sebagian risiko yang mengancam petugas maupun warga sekitar.
Untuk mempercepat pengendalian api, tim pemadam mengerahkan helikopter yang mampu menjatuhkan hingga 3.000 galon air dalam satu kali operasi.
Petugas juga menggunakan bahan pemadam berbentuk gel khusus guna membantu mempercepat proses pemadaman.
Meski demikian, otoritas masih mempertahankan peringatan kualitas udara akibat asap pada Minggu karena kebakaran belum sepenuhnya berhasil dikendalikan.
Petugas pemadam kebakaran terus bekerja di lokasi untuk mencegah api meluas dan mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh insiden tersebut.
Baca juga: Kebakaran di California Hanguskan 65 Ribu Hektar Lahan, Paksa Evakuasi Massal




