VIVA – Perselisihan kerap dialami oleh siapa pun. Konflik muncul tanpa diduga dalam interaksi sosial kita, hingga memicu ketegangan yang mengusik ketenangan hati.
Biasanya, situasi ini berakar dari perbedaan cara pandang, prinsip hidup, hingga benturan kepentingan antar pihak.
Dalam perspektif Islam, meredam pertikaian tidak cukup hanya dengan upaya fisik atau diplomasi, melainkan harus dibarengi dengan ikhtiar batin.
Pendekatan diri kepada Allah SWT menjadi kunci untuk menenangkan jiwa sekaligus menemukan jalan keluar yang adil.
Oleh karena itu, umat Muslim sangat dianjurkan untuk mengamalkan doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW, sebagai bentuk kepasrahan kepada Sang Pencipta demi meraih ketenangan dan petunjuk agar segera terbebas dari belenggu konflik.
Berikut bacaan doa Nabi Muhammad SAW ketika memohon keluar dari pertikaian.
Doa Memohon Keluar dari Pertikaianاللّٰهُمَّ فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ عٰلِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ اَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْ مَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ
Latin: allâhumma fâthiras-samâwâti wal-ardli ‘âlimal-ghaibi wasy-syahâdati anta taḫkumu baina ‘ibâdika fî mâ kânû fîhi yakhtalifûn
Artinya: “Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, yang mengetahui segala yang gaib dan yang nyata, Engkaulah yang memutuskan di antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka perselisihkan.”
Doa Nabi Muhammad SAW ketika memohon keluar dari pertikaian ini tercantum dalam surah Az Zumar ayat 46.
(kmr)





