Wapres Gibran Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat, Dorong Hilirisasi Komoditas Unggulan

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, ASMAT, – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats di Kampung Yepem, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, pada Minggu. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat pengembangan sagu sebagai komoditas unggulan daerah yang berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi melalui proses hilirisasi.

Melalui keterangan Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Wapres menerima paparan mengenai program pengembangan sagu yang telah berjalan selama empat tahun. Program ini mengintegrasikan pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat adat, hingga pengolahan produk turunan sagu untuk meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Penanggung jawab Sekolah Lapang Sagu, Anton, menjelaskan bahwa sekolah ini memiliki karakteristik berbeda dibandingkan sekolah lapang sagu di daerah lain. Fokus utamanya adalah pada penguatan ekonomi lokal yang berbasis pada budaya masyarakat Asmat.

"Yang di sini lebih ke memperkuat aspek lokal. Jadi, kalau yang di Meranti itu teknologi industri sagu untuk skala besar. Yang di sini skala lokal, Bapak Wapres. Jadi, di sini nanti lebih banyak pendekatan budaya. Sekaligus, di sini mengembangkan hilirisasinya," kata Anton.

Kawasan Enam Hektare untuk Pemberdayaan

Saat ini, kawasan Sekolah Lapang Sagu Asmat memiliki luas sekitar enam hektare. Lahan ini dikelola melalui kerja sama antara Keuskupan dengan pemerintah daerah setempat. Selain menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan sagu, lokasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pengolahan produk turunan sagu yang bernilai tambah bagi masyarakat.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pada kesempatan tersebut, Anton juga menyampaikan bahwa tantangan utama yang masih dihadapi adalah akses menuju lokasi. Aksesibilitas dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan kawasan ini ke depannya.

Kunjungan Wapres ke Sekolah Lapang Sagu ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong penguatan pangan lokal berbasis potensi daerah. Pengembangan sagu di Asmat dinilai memiliki peran strategis, tidak hanya dalam mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjaga warisan budaya serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat melalui pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Said Iqbal siap bahas tantangan pekerja media di Musyawarah SPAntara
• 32 menit laluantaranews.com
thumb
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Profil dan Biodata Kevin Gusnadi, Politisi Muda yang Jadi Sorotan di Ulang Tahun Ayu Ting Ting
• 17 jam laludisway.id
thumb
Ketua KPK Wanti-wanti Parpol Soal Kader Mantan Koruptor
• 20 jam lalukompas.com
thumb
BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Guncang Sigi Pascagempa M6,7, Terbesar Berkekuatan M5,3
• 11 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.