Said Iqbal siap bahas tantangan pekerja media di Musyawarah SPAntara

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal siap membahas dan menyerap aspirasi terkait tantangan pekerja media di era digital pada acara Musyawarah Anggota Serikat Pekerja Antara (SP Antara).

Ketua SP Antara Abdul Gofur dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, menyampaikan bahwa Said Iqbal akan hadir dalam acara Musyawarah SP Antara. Dan kehadiran Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh itu diharapkan menjadi bukti keberpihakan dan perhatian pemerintah terhadap kondisi ketenagakerjaan di industri media yang saat ini menghadapi tantangan serius.

“Industri media sedang berada dalam masa yang tidak mudah. Transformasi digital telah mengubah lanskap bisnis media secara drastis. Banyak perusahaan media menghadapi tekanan pendapatan yang berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha dan kondisi pekerjanya,” kata Gofur.

Adapun kehadiran Said Iqbal dalam acara yang akan diselenggarakan di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat, pada Kamis (25/6) tersebut disebutnya menjadi momentum penting bagi pekerja media di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri media nasional akibat perubahan pola konsumsi informasi, disrupsi teknologi digital, serta tekanan bisnis yang semakin berat dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam beberapa tahun terakhir, Gofur sebut berbagai perusahaan media nasional menghadapi tantangan seperti penurunan pendapatan iklan, perubahan model bisnis, hingga efisiensi operasional yang berujung pada pengurangan tenaga kerja.

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di sejumlah perusahaan media menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mencari solusi bersama demi menjaga keberlanjutan industri sekaligus melindungi pekerja.

Selain ancaman PHK, pekerja media juga masih menghadapi tantangan dalam memperjuangkan hak-hak normatif dan membangun hubungan industrial yang sehat.

Gofur menilai, keberadaan serikat pekerja di beberapa perusahaan media masih belum sepenuhnya mendapat ruang yang memadai. Keberadaan serikat pekerja pun ia sebut sangat penting karena merupakan bagian penting dari ekosistem hubungan industrial yang modern dan produktif.

“Di tengah tekanan industri media saat ini, dialog sosial antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah menjadi semakin penting. Transformasi bisnis harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap pekerja agar tercipta keseimbangan antara keberlangsungan usaha dan kesejahteraan tenaga kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Musyawarah Anggota SP Antara merupakan forum tertinggi organisasi yang akan membahas evaluasi program kerja, arah perjuangan organisasi ke depan, serta pemilihan Ketua SP Antara untuk periode kepengurusan 2026-2029.

Forum ini juga akan menjadi ruang diskusi mengenai masa depan pekerja media dan hubungan industrial di sektor industri pers dan penyiaran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Belanda Bungkam Swedia 5-1 di Piala Dunia 2026
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Haji Tak Berakhir di Tanah Suci, Jemaah Harus Tebar Manfaat Sepulang ke Indonesia
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Moto3 Ceko: Akui Bikin Kesalahan, Veda Ega Pratama Siap Berjuang Habis-habisan dari Posisi ke-20
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
20 Tahun Berseluncur di Jalanan Ibu Kota
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Luis de la Fuente Tegaskan Spanyol Wajib Menang atas Arab Saudi demi Jaga Peluang Lolos
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.