Jakarta: Desil merupakan istilah dalam statistik yang digunakan untuk membagi data ke dalam sepuluh kelompok dengan ukuran yang sama. Dalam kebijakan kesejahteraan sosial di Indonesia, desil dipakai untuk mengelompokkan rumah tangga berdasarkan tingkat kondisi ekonominya.
Seluruh penduduk diurutkan mulai dari yang paling miskin hingga paling sejahtera, kemudian dibagi ke dalam sepuluh lapisan. Masing-masing lapisan mewakili 10 persen dari total populasi.
Dalam sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pembagian desil menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat secara berjenjang, dari kelompok paling rentan hingga kelompok paling mapan. Pembagiannya meliputi:
- Desil 1: Kelompok sangat miskin atau 10 persen termiskin.
- Desil 2: Kelompok miskin.
- Desil 3: Kelompok hampir miskin.
- Desil 4: Kelompok rentan miskin.
- Desil 5: Kelompok menengah bawah yang relatif stabil.
- Desil 6: Kelompok menengah.
- Desil 7: Kelompok menengah atas.
- Desil 8: Kelompok mapan.
- Desil 9: Kelompok kaya.
- Desil 10: Kelompok sangat kaya
Pengelompokan tersebut tidak hanya bertumpu pada besaran pendapatan. Pemerintah juga memperhitungkan kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan.
Dengan indikator yang lebih luas, penilaian kesejahteraan keluarga dapat dilakukan secara menyeluruh dan mendekati kondisi riil di lapangan.
Baca juga: Jangan Sampai Salah! Ini Cara Cek Desil Kemensos Juni 2026 Fungsi desil dalam penyaluran bansos
Keberadaan desil sangat krusial dalam menentukan siapa yang berhak menerima bantuan sosial. Rumah tangga yang berada pada desil 1 hingga desil 4 menjadi prioritas utama dalam berbagai program perlindungan sosial pemerintah. Kelompok ini dinilai paling membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Beragam bantuan disalurkan dengan merujuk pada peringkat desil, antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako atau Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), serta Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
Selain itu, kelompok desil rendah juga menjadi sasaran asistensi rehabilitasi sosial (Atensi) dan bantuan sosial lain yang dikelola Kementerian Sosial.
Apakah desil 5 bisa dapat bansos?
Masyarakat yang masuk dalam kategori desil 5 umumnya tidak lagi menjadi prioritas utama penerima bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Pemerintah memprioritaskan bansos rutin tersebut untuk masyarakat yang berada di golongan desil 1 hingga Desil 4. Berikut rincian status penerima bansos berdasarkan sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS):
Desil 1-4: Merupakan kelompok masyarakat miskin dan rentan miskin, sehingga menjadi prioritas utama penerima semua jenis bansos.
Desil 5: Masuk dalam kategori kelompok "pas-pasan" atau batas bawah kelas menengah. Penyaluran bansos untuk desil 5 sangat terbatas, selektif, dan bersifat situasional berdasarkan asesmen dari Dinas Sosial setempat.
Desil 6-10: Merupakan kelompok masyarakat menengah ke atas yang dinilai sudah mandiri secara ekonomi dan tidak menjadi prioritas bansos.
Karena kuota dan jenis bantuan untuk desil 5 sangat selektif, Anda disarankan untuk melakukan pengecekan data secara berkala atau melaporkan kondisi ekonomi terkini ke pihak kelurahan/desa setempat agar dapat dievaluasi. Anda juga bisa memverifikasi status Anda secara mandiri dengan memasukkan NIK melalui Cek Bansos Kemensos.
(Ilustrasi. Foto: dok MI)
Cara cek desil DTSEN secara online
Anda bisa melakukan pengecekan desil secara online melalui laman resmi yang disediakan oleh Kemensos, berikut tata caranya:
- Buka situs https://cekbansos.kemensos.go.id/.
- Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
- Masukkan huruf kode atau kode captcha yang tertera.
- Klik 'Cari Data'.
- Data akan menampilkan keterangan nama, desil, dan bantuan yang diterima.




