Jakarta, VIVA – Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mengumumkan dirinya mundur dari jabatannya pada Senin, 22 Juni 2026.
Keir Starmer mengatakan keputusan untuk mundur ini telah disampaikan oleh dirinya secara langsung kepada Raja Charles III.
"Setiap keputusan yang saya ambil untuk memprioritaskan negara yang saya cintai. Itulah alasan saya untuk mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh," kata Keir Starmer di depan Downing Street.
"Saya telah berbicara dengan Yang Mulia Raja pagi ini untuk memberitahukan soal keputusan saya," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer disebut-sebut akan mengumumkan pengunduran diri di tengah perubahan situasi yang terjadi dalam pemerintahannya. Hal itu disebut bakal disampaikannya paling lambat Senin waktu setempat.
Starmer berulang kali menegaskan tak akan menanggalkan jabatannya begitu saja dan akan mempertahankan posisinya apabila muncul penantang baru, menurut laporan BBC, seperti dikutip Anadolu, Senin, 22 Juni 2026.
Namun, laporan yang beredar menunjukkan adanya perubahan atmosfer politik pada internal pemerintahan Starmer dalam 48 jam terakhir. Sejumlah tokoh di dalam pemerintahan kini meyakini Starmer akan mengumumkan lini masa pengunduran dirinya paling awal pada Senin.
Menteri bisnis Peter Kyle mengatakan bahwa Starmer akan bertindak "dengan mengutamakan kepentingan negara". Ia menambahkan bahwa PM Inggris tersebut tengah mengkaji tantangan yang dihadapi serta realitas politik yang terjadi.
Dilaporkan juga bahwa tekanan terhadap Starmer sudah menumpuk semakin besar saat ini yang memaksanya untuk membuat sebuah keputusan yang sulit bagi dirinya.





