Pemkab Pasuruan Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Layanan Publik

beritajatim.com
7 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita:

Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah daerah memberikan jawaban resmi atas evaluasi pengelolaan sisa anggaran dalam sidang paripurna ketiga DPRD Kabupaten Pasuruan. Agenda tersebut membahas ketahanan struktur pembiayaan daerah serta keberlanjutan pelayanan publik melalui jawaban eksekutif atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD.

Pihak eksekutif memastikan bahwa penataan pos belanja operasional tidak akan memicu penurunan mutu pada sektor-sektor vital di tingkat kecamatan. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

“Efisiensi tersebut tidak berdampak pada penurunan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar,” ujar Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, Senin (22/6/2026).

Pria yang akrab disapa Gus Sobih itu menambahkan bahwa sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) tahun sebelumnya akan dialokasikan untuk menutup defisit pada perubahan APBD tahun anggaran berjalan.

Mengenai penundaan penyertaan modal kepada perusahaan daerah, pemerintah menyatakan alokasi pembiayaan tersebut masih berpeluang direalisasikan pada tahun anggaran ini. Pelaksanaannya akan mempertimbangkan tingkat kesehatan manajemen perusahaan daerah serta kemampuan keuangan daerah.

Untuk memperkuat kemandirian fiskal, pemerintah daerah juga mulai mengarahkan strategi diversifikasi pendapatan melalui optimalisasi retribusi sektor pariwisata dan pengembangan ekonomi digital. Sistem penagihan berbasis elektronik terus dikembangkan guna memperluas basis data wajib pajak sekaligus mempermudah transaksi.

“Penyusunan skenario fiskal adaptif akan menjadi bagian integral dari perencanaan APBD tahun anggaran 2027 untuk mengantisipasi guncangan eksternal,” tambah Gus Sobih.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga menyatakan siap memfokuskan belanja daerah pada program-program yang memiliki dampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Terkait usulan perbaikan fasilitas pertanian, pemerintah memastikan pengajuan rehabilitasi jaringan irigasi tersier di sejumlah kecamatan wilayah hilir telah masuk dalam tahapan operasional. Sementara untuk kawasan dataran tinggi yang mengalami keterbatasan sumber air tanah, pemerintah akan mengkaji alternatif solusi selain pembangunan sumur bor.

Di sektor sosial, program pasar murah bersubsidi dipastikan tetap berlanjut dan akan dilaksanakan secara merata di 24 kecamatan sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan. Seluruh penjelasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari nota jawaban eksekutif yang akan menjadi bahan pembahasan DPRD dalam penyusunan regulasi pertanggungjawaban keuangan daerah. [ada/beq]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selamat Ulang Tahun ke-499 Jakarta
• 17 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Panggil Rosan Malam-malam, Bahas Transformasi BUMN
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Profesor Imperial College London Temui Prabowo di Istana, Ada Apa?
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Mendag Ancam Blacklist Pedagang yang Jual Minyakita di Atas HET Rp15.700/Liter
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
BI Balikpapan Sekolahkan 100 UMKM Agar Naik Kelas
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.