ASEAN Didorong Perkuat Ketahanan Energi di Tengah Melemahnya Tatanan Global

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Mantan Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda menilai ASEAN perlu memperkuat kerja sama regional, khususnya di bidang ketahanan energi dan pangan, sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpastian geopolitik global yang tercermin dari konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Menurut Hassan, gangguan pasokan minyak, gas, dan komoditas strategis akibat konflik di kawasan Teluk menunjukkan pentingnya membangun ketahanan kawasan agar negara-negara ASEAN tidak terlalu rentan terhadap guncangan eksternal.

"Karena itu ada mulai dibicarakan kerja sama antarnegara ASEAN untuk berbagi apa yang disebut power grid. Negara yang surplus bisa berbagi atau sama-sama menciptakan pasokan produksi yang memadai untuk masing-masing dan semua," ujar Hassan kepada awak media usai menghadiri Jakarta Forum 2026 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Ia menjelaskan konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat telah memberikan pelajaran bahwa keamanan energi tidak bisa lagi dipandang sebagai isu nasional semata, melainkan membutuhkan pendekatan regional yang lebih terintegrasi. Ketahanan Energi dan Pangan Hassan mengatakan ASEAN memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan energi maupun ketahanan pangan melalui kerja sama yang lebih erat di antara negara-negara anggotanya.

Hassan berpandangan, pengembangan konektivitas listrik kawasan melalui skema power grid dapat membantu meningkatkan ketahanan energi regional, terutama ketika terjadi gangguan pasokan akibat konflik internasional.

Selain energi, Hassan menilai isu ketahanan pangan juga harus menjadi perhatian utama ASEAN mengingat ketidakpastian global diperkirakan akan terus berlanjut.

"Jadi kita punya potensi untuk food security maupun energy security dalam arti luas, termasuk electricity, untuk bisa lebih self-sufficient dan resilient. Itu pelajaran yang bisa kita tarik," katanya. World Order Melemah Hassan menilai dunia saat ini tengah menghadapi perubahan besar dalam tatanan internasional yang membuat berbagai mekanisme global semakin sulit bekerja secara efektif.

Ia mencontohkan konflik yang terus muncul di berbagai kawasan strategis penghasil energi, mulai dari Timur Tengah hingga Amerika Latin, yang berdampak terhadap stabilitas ekonomi dunia.

Menurut Hassan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa dunia tidak dapat lagi sepenuhnya mengandalkan sistem internasional yang selama ini menjadi penyangga stabilitas global.

"Dunianya memang tatanannya sedang amburadul. World order is no longer effective," ujarnya.

Karena itu, Hassan mendorong ASEAN untuk memperkuat kerja sama regional sebagai langkah menghadapi ketidakpastian global yang semakin meningkat.

Ia menilai penguatan kerja sama di kawasan dapat menjadi penyeimbang ketika mekanisme global tidak lagi mampu merespons berbagai krisis secara efektif.

"Kalau kita pandai membaca apa yang terjadi di dunia sekarang, world order is weakening dan tidak lagi efektif. Obat penawarnya, antidote-nya, adalah kerja sama regional kita majukan, antara kita dan mitra-mitra dialog kita," pungkas Hassan.

Baca juga:  Hassan Wirajuda: RI Perlu Cermati Dampak Negosiasi AS-Iran terhadap Pasokan Energi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Bos Blueray Cargo Dituntut 2,5 dan 3 Tahun Penjara di Kasus Suap Bea Cukai
• 12 jam laludetik.com
thumb
Turki Tersingkir Getir di Piala Dunia 2026, Romantisme 2002 Tetap Jadi Kenangan Terindah
• 7 jam lalubola.com
thumb
Pendapatan PT Pos Anjlok 20,8% pada 2025, Ini Alasannya
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Buleleng Tata Kawasan Titik Nol Kota Singaraja, Hidupkan Memori Sunda Kecil
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
MPR Lantik Adela Kanasya Gantikan Ayahnya sebagai Anggota Fraksi Golkar
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.