GOTO, NCKL, DOID, dan CNMA Resmi Keluar dari FTSE Russell, Begini Gerak Sahamnya

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penyedia indeks global FTSE Russell resmi mengeluarkan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dari FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Mid Cap Index. Keputusan tersebut efektif berlaku mulai Senin (22/6/2026) dan berpotensi memengaruhi arus investasi dari investor yang menggunakan indeks FTSE sebagai acuan investasi.

FTSE Russell menyatakan penghapusan kedua saham tersebut dilakukan setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) memindahkan keduanya ke Papan Pengembangan atau Development Board. Berdasarkan metodologi FTSE GEIS, segmen pasar tersebut tidak memenuhi syarat untuk dimasukkan ke dalam perhitungan indeks.

“Segmen pasar ini dikategorikan tidak memenuhi syarat (ineligible market segment) untuk masuk dalam kalkulasi indeks GEIS,” tulis FTSE Russell dalam dokumen FTSE Global Equity Index Series (GEIS) June 2026 Quarterly Changes.

Keluarnya GOTO dan NCKL dari indeks global tersebut menambah daftar emiten Indonesia yang tersingkir dari FTSE Russell dalam beberapa bulan terakhir.

Bagi GOTO dan NCKL, keluarnya saham dari FTSE GEIS berpotensi mengurangi eksposur terhadap investor global yang mengelola dana berbasis indeks (passive funds). Saham yang tidak lagi menjadi konstituen indeks umumnya tidak masuk dalam portofolio reksa dana atau ETF yang mengikuti komposisi FTSE Russell.

Baca Juga: FTSE Russell Buang Saham GOTO, NCKL, DOID, dan CNMA dari Indeks Acuan Investor Global

Baca Juga: Saham DSSA Anjlok 89% Setelah Didepak dari MSCI dan FTSE Russell

Meski demikian, perdagangan kedua saham menunjukkan respons yang berbeda pada hari efektif penghapusan indeks. Saham GOTO ditutup stagnan di level Rp50 per saham dengan nilai transaksi sekitar Rp21,16 miliar. Pada harga tersebut, saham GOTO juga berada di batas bawah auto rejection bawah (ARB).

Sementara itu, saham NCKL masih mampu ditutup menguat 0,58% ke level Rp870 per saham dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp91,49 miliar.

Efektif per 22 Juni 2026, GOTO dan NCKL resmi tidak lagi menjadi bagian dari FTSE GEIS Mid Cap Index, menyusul perubahan status pencatatan saham keduanya di Bursa Efek Indonesia.

Selain GOTO dan NCKL, FTSE Russell juga telah mengeluarkan PT Delta Dunia Makmur Tbk melalui entitas BUMA Internasional Group (DOID) dan PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) dari FTSE GEIS Micro Cap Index.

Saham PT Delta Dunia Makmur Tbk melalui entitas BUMA Internasional Group (DOID) justru ditutup menguat 2,94% atau naik 6 poin ke level Rp210 per saham dengan nilai transaksi sekitar Rp548,39 juta. Sementara itu, saham PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, ditutup melemah 2,27% atau turun 2 poin ke level Rp86 per saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,40 miliar.

Di tengah penghapusan sejumlah saham Indonesia dari FTSE Russell, pasar saham domestik juga berada dalam tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,98% ke level 6.116,69 setelah sempat menyentuh level terendah harian di 6.052,94.

Sebelumnya pada Mei 2026, FTSE Russell juga mencoret PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari FTSE GEIS Large Cap Index. FTSE menyebut penghapusan dilakukan karena gagal memenuhi ketentuan konsentrasi kepemilikan saham (failed high shareholding concentration).

Sementara itu, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) juga dikeluarkan dari indeks FTSE karena tidak memenuhi persyaratan saham beredar di publik (failed minimum free float requirement).

Dua emiten lainnya, yakni PT Hillcon Tbk (HILL) dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA), turut dicoret dari indeks FTSE Russell karena gagal memenuhi kriteria pemantauan saham (failed surveillance stocks screen).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seluruh Jemaah Haji Indonesia Sudah Tinggalkan Mekkah
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Berkarya di Tengah Keterbatasan, Kisah Sanggar Oplet Robet Menjaga Napas Budaya Betawi
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Bagaimana Dampak Tinjauan MSCI pada Pasar Saham RI?
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Anwar Abbas MUI: Sudah Saatnya Pemerintah Menerapkan Hukuman Mati untuk Koruptor
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Purbaya: Harga Pertamax Berpotensi Turun Ikuti Harga Minyak Dunia
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.