PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp48 miliar pada 2026 untuk mendukung revitalisasi fasilitas pengolahan dan pengembangan sejumlah fasilitas operasional di Bekasi serta Lamongan, Jawa Timur.
Direktur Utama MHKI Alwi mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur operasional perusahaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja bisnis dan kapasitas layanan.
“Alokasi anggarannya masih tetap penggunaan dana yang tadi kita paparkan di RUPS itu kita masih ada, yang kita realisasikan sekitar Rp48 miliar itu nanti kita akan realisasikan untuk di head office di Bekasi, plan kita di Bekasi, dan juga di Lamongan. Juga itu untuk menunjang kinerja di sana, di Jawa Timur,” ujar Alwi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Senin (22/6/2026).
Selain pengembangan fasilitas, MHKI juga menempatkan revitalisasi fasilitas pengolahan sebagai salah satu agenda utama pada tahun ini. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kapasitas operasional sekaligus menjaga pertumbuhan usaha.
Direktur MHKI Hafidh Djoko Handy Laksono mengatakan perusahaan telah menyiapkan sejumlah program revitalisasi yang akan dijalankan secara bertahap sepanjang tahun.
“Pada tahun 2026 ini, kami mempunyai rencana adanya beberapa program revitalisasi di fasilitas pengolahan kami dan juga beberapa langkah-langkah strategis mungkin nanti pada saat waktu yang tepat kami akan paparkan ke publik juga dan juga akan ada keterbukaan informasi juga,” kata Hafidh.
Menurut dia, program revitalisasi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Baca Juga: Bisnis Limbah Kian Menjanjikan, MHKI Pasang Target Laba Tumbuh 15%
Baca Juga: Dividen Cair! MHKI Alokasikan Rp9,9 Miliar untuk Pemegang Saham
Di sisi lain, manajemen menyatakan fokus perusahaan saat ini adalah mempertahankan kinerja positif sekaligus menjaga kepercayaan pemegang saham dan publik setelah menjadi perusahaan terbuka.
“Lalu untuk korporasi, kita tetap menjaga kepercayaan yang diberikan kepada MHKI untuk pemegang saham dan juga publik bahwa kita tetap menjaga pertumbuhan positif di 2026 ini dan juga memberikan suatu harapan positif ke depannya bagi pemegang saham dan juga publik,” ujar Hafidh.
Belanja modal yang disiapkan perusahaan akan difokuskan pada fasilitas kantor pusat di Bekasi, fasilitas operasional di Bekasi, serta pengembangan fasilitas di Lamongan yang menjadi salah satu basis kegiatan usaha perseroan di Jawa Timur.





