HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kota Makassar semakin menarik bagi investor dengan realisasi investasi mencapai Rp1,23 triliun pada triwulan pertama 2026, yang merupakan sekitar 22,81 persen dari total investasi di Sulawesi Selatan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pencapaian ini menandakan tingginya kepercayaan pelaku usaha terhadap stabilitas ekonomi di kota ini.
Menurut Munafri, posisi geografis Makassar sebagai pusat perdagangan dan jasa di kawasan Indonesia Timur menjadi modal utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Makassar merupakan hub perdagangan Indonesia Timur. Posisi strategis ini menjadikan Makassar sebagai pintu masuk utama bagi aktivitas bisnis, logistik, dan investasi yang ingin menjangkau kawasan timur Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa struktur ekonomi Makassar yang heterogen menjadi kekuatan tersendiri. “Makassar memiliki struktur ekonomi yang heterogen. Ketika satu sektor mengalami perlambatan, sektor lain tetap bergerak sehingga stabilitas pertumbuhan ekonomi dapat terjaga,” katanya.
Munafri juga menyoroti keberhasilan transformasi ekonomi menuju digitalisasi yang turut mendukung tren positif pertumbuhan ekonomi Makassar. Pada triwulan pertama 2026, pertumbuhan ekonomi kota ini mencapai 6,61 persen, meningkat dari 5,39 persen tahun sebelumnya.
“Kualitas sumber daya manusia juga menjadi salah satu kekuatan utama Kota Makassar. Peningkatan kualitas SDM menjadi kunci agar masyarakat lokal dapat mengambil manfaat langsung dari pertumbuhan ekonomi dan investasi yang terus meningkat,” bebernya.
Dalam menjaga kepercayaan investor, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat melalui kepastian regulasi, transparansi birokrasi, dan stabilitas kawasan. “Investor tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga membutuhkan kepastian regulasi, birokrasi yang transparan, dan kondisi daerah yang aman. Hal-hal inilah yang terus kami jaga di Kota Makassar,” kata Munafri saat diwawancarai oleh perwakilan Majalah Fortune Indonesia.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa investasi yang masuk harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Target kami bukan hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi memastikan investasi tersebut menghadirkan multiplier effect bagi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Kota Makassar,” pungkasnya. (*/)





