JAKARTA, KOMPAS.TV- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan penghapusan bea masuk impor LPG untuk industri petrokimia dan bahan baku plastik selama enam bulan.
Airlangga menyatakan, kebijakan itu diambil sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakpastian global yang dipicu konflik di Timur Tengah dan perkembangan situasi di Selat Hormuz. Insentif diberikan untuk memastikan pasokan bahan baku industri tetap terjaga sekaligus menekan biaya produksi.
"Pemerintah menetapkan bea masuk 0 persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia," kata Airlangga dalam konferensi pers stimulus ekonomi Semester II 2026 di Jakarta, Senin (22/6/2026).
"Dengan ini diharapkan bisa meningkatkan nilai manfaat bagi sektor ekonomi sebesar Rp2,25 triliun berupa pengurangan cost bagi industri terkait dan efek multiplier yang bisa didorong," sambungnya.
Baca Juga: Bantuan Pangan Dilanjutkan Juli-September 2026, Menjangkau 33,24 Juta Penerima
Selain LPG, pemerintah juga menghapus bea masuk untuk impor bahan baku plastik yang banyak digunakan dalam industri makanan dan minuman.
Airlangga menilai langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen karena kemasan plastik masih menjadi komponen utama dalam distribusi berbagai produk pangan.
"Pemerintah juga mengharapkan dengan adanya bahan baku plastik yang ini juga akan membantu terkait dengan inflasi, terutama hampir seluruh makanan dibungkus dengan plastik," terangnya.
Dalam sesi tanya jawab, Airlangga menjelaskan kebijakan bea masuk nol persen merupakan respons pemerintah terhadap potensi gangguan pasokan global akibat memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.
Baca Juga: Warga Nikmati Transum MRT & TransJakarta Rp1 di Jakarta pada Perayaan HUT ke-499 | SAPA SIANG
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- bea masuk lpg petrokimia
- bahan baku petrokimia
- bahan baku kemasan plastik
- bea masuk 0 persen
- lpg
- airlangga hartarto





