Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah cepat menangani sejumlah titik genangan yang muncul akibat hujan deras yang mengguyur kota pada Selasa (23/6/2026) sejak dini hari. Kondisi diperparah oleh air laut pasang yang membuat saluran pembuangan tidak bisa mengalir normal ke laut.
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengungkapkan bahwa penanganan banjir sudah dimulai sejak subuh, tak lama setelah hujan turun sekitar pukul 02.00 dini hari.
“Kami sudah keliling mulai pukul 02.30. Mobil-mobil PMK sudah bergerak ke tempat-tempat yang kemungkinan banjir sesuai perkiraan,” ujarnya kepada Radio Suara Surabaya pada Selasa pagi.
Pemkot mengerahkan total 21 unit mobil PMK dan 10 unit mobil DLH yang disebar di berbagai titik genangan di Surabaya. Selain itu, tim Bina Marga ditugaskan membuka sedikit saluran-saluran yang sempat dibendung untuk proyek, guna mempercepat surut genangan.
Penyedotan banjir oleh mobil damkar di Jalan Simo Kalangan, Kota Surabaya, Selasa (23/6/2026) pagi. Foto: Budi Setya Wardhani via WA SS Tantangan Ganda Surabaya Atasi Banjir: Drainase dan Air Laut PasangWali Kota menjelaskan, munculnya genangan di sejumlah wilayah tidak lepas dari dua faktor utama yang terjadi bersamaan.
Pertama, Pemkot tengah mengerjakan berbagai proyek perbaikan dan pemasangan box culvert di sejumlah titik strategis, di antaranya kawasan Ahmad Yani, Jantar, Tanjungsari, Simo, MERR, Imam Bonjol (rumah pompa Dinoyo), dan Rungkut. Pengerjaan ini mengharuskan sejumlah saluran ditutup sementara, sehingga aliran air terhambat ketika hujan tiba-tiba turun.
“Kami tidak menyangka hari ini turun hujan, karena kami sudah melakukan penutupan-penutupan saluran untuk perbaikan saluran,” jelasnya.
Kedua, kondisi air laut yang sedang pasang membuat air yang dipompa keluar justru berbalik masuk ke daratan. “Air laut sudah tinggi, sehingga air yang kita pompa balik lagi ke dalam Kota Surabaya,” tegasnya, kemudian mencontohkan kondisi di Gunung Anyar yang mengalami hal serupa.
Akibat kondisi ini, pemerintah mengakali dengan membuang air hujan yang sudah disedot mobil PMK ke Kali Jagir yang masih bisa menampung.
Eri menambahkan, salah satu titik banjir yang mendapat perhatian khusus adalah kawasan Simo, di mana dinding penahan sungai dilaporkan jebol akibat tingginya debit air. Dinding tersebut sengaja ditinggikan Pemkot untuk melindungi rumah-rumah warga yang berada di pinggir sungai.
“Karena curah hujannya tinggi dan alirannya deras, dinding itu jebol. Ini kami perbaiki juga,” jelas Wali Kota.
Meski demikian, kondisi di beberapa titik mulai membaik. Kawasan Simo Kalangan dilaporkan sudah surut pada pukul 07.15, sementara MERR dan Baratajaya mulai berkurang signifikan pada pukul 07.30 hingga 07.45 WIB.
Wali Kota Minta Maaf dan Janji Evaluasi Titik BanjirWali Kota juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga Surabaya atas genangan yang terjadi, sembari memastikan seluruh upaya penanganan dimaksimalkan.
“Saya mohon maaf kepada warga Surabaya karena hari ini kita tidak punya pilihan,” ujarnya.
Ia berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap titik-titik banjir, khususnya kawasan Simo dan Tanjungsari.
Pemkot menargetkan seluruh proyek drainase dan perbaikan rumah pompa dapat rampung sebelum puncak musim hujan pada November-Desember, agar sistem yang dibangun mampu mengurangi dampak banjir secara signifikan bagi warga Surabaya.(iss/faz)




