Aktor sekaligus komika, Tretan Muslim, memiliki cara unik untuk bisa membangun chemistry yang lebih dekat dengan sesama pemain di film terbarunya berjudul Foufo.
Selain proses reading bersama, Tretan Muslim juga memutuskan untuk tinggal sebulan lamanya bersama para pemain lain. Hal ini dilakukan untuk menyatukan kepala terkait penggunaan bahasa Madura di film itu.
"Itu yang sangat tantangan sekali. Kita menyatukan bahasa Maduranya, ini mau pakai bahasa Madura mana, dan kita ada proses dan juga tinggal di apartemen bareng gitu, untuk pengakraban. Memperkuat chemistry ya? Benar, selama sebulan," ujar Tretan Muslim dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
Menurut Tretan, pendekatan seperti ini dibutuhkan untuk bisa mengenal karakteristik satu sama lain. Di samping usaha untuk mendalami peran, pendekatan ini juga cukup membantu proses latihan penggunaan bahasa Madura masing-masing.
"Tapi bukan karena kita dari background yang beda-beda, tapi karena sangat serius, Bayu juga mendatangkan acting coach. Kita reading itu berkali-kali. Ibu, ini juga luar biasa, Ibu ini. Kebanyakan nangis sistemnya. Di mana kita diakrabin selama sebulan selama reading, itu sangat membantu sekali, sih," ucap Tretan.
Berperan menjadi tokoh utama di film ini juga bukan hal mudah bagi Tretan. Dalam film itu, Tretan juga dihadapkan pada tantangan untuk memakai bahasa Madura secara aktif. Terlebih kini dirinya sudah lama tak menggunakan bahasa tersebut.
"Tantangannya sih di film ini, kalau saya pribadi selain harus akting serius, akting sedih, saya ngomong tiga bahasa di sini. Madura, Indonesia, sama Jawa. Di mana saya sudah lama nggak bahasa Madura, ya. Terus harus berbahasa Jawa yang bukan bahasa saya sehari-hari," kata Tretan.
Film ini bercerita tentang Muslim (Tretan Muslim), seorang pengepul rongsok di Kampung Rombeng, yang menemukan UFO yang jatuh bersama alien bernama Foufo saat sedang kesulitan mencari biaya untuk melunasi haji ibunya.
Kehadiran Foufo dengan teknologi canggihnya, membantu Muslim menyelesaikan berbagai masalah keluarganya. Hingga Muslim harus memilih antara memberangkatkan ibunya ke Tanah Suci atau membantu Foufo kembali ke asalnya.
Selain Tretan Muslim, film ini dibintangi oleh Bayu Skak, Benedictus Siregar, Mieke Shahir, Hari Otong, Fuad Sasmita, dan lain-lain. Film yang disutradarai oleh Bayu Skak ini akan tayang di bioskop pada 9 Juli 2026.





