REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Para menteri luar negeri dari delapan negara pada Kamis (18/6/2026) mengecam eskalasi kekerasan yang dilakukan penjajah Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, termasuk serangan baru-baru ini terhadap dua masjid di bagian utara Ramallah.
Turki, Mesir, Indonesia, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyatakan bahwa mereka mengecam dengan sangat keras serangan yang terus berlanjut terhadap Masjid Agung di desa Jiljilya dan Masjid Al-Farouq di desa Mazar'a al-Nubani.
Baca Juga
Penyiksaan Perempuan di Bandung: Islam Tegas Larang Kekerasan terhadap Wanita, Ini Pesan Rasulullah
Logat Ngapak di Madinah, Jurus Petugas Kesehatan Kasih Paham Jamaah Haji Lewat Bahasa Banyumasan
Gagalnya Kemenangan Mutlak Netanyahu yang Merugikan Militer Israel
Para menteri luar negeri tersebut menyatakan bahwa serangan-serangan itu merupakan pelanggaran yang jelas terhadap kesucian tempat ibadah dan situs keagamaan, serta hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional dan resolusi-resolusi PBB yang relevan.
Mereka juga menolak serangan-serangan oleh para pemukim Israel serta tindakan-tindakan ilegal Israel yang terus berlanjut di wilayah Palestina yang diduduki, dengan menyatakan bahwa tindakan-tindakan tersebut memicu ketidakstabilan, kekerasan, dan ekstremisme serta merusak upaya internasional untuk mencapai perdamaian.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Mereka menuntut Israel, sebagai kekuatan pendudukan, bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut, dikutip dari laman Anadolu Agency, Jumat (19/6/2026).
Para menteri mendesak komunitas internasional untuk menegakkan tanggung jawab hukum dan moralnya, serta memaksa Israel menghentikan eskalasi berbahaya di Tepi Barat yang diduduki, mengakhiri praktik-praktik ilegal, menghentikan kekerasan oleh pihak pendudukan, menuntut pertanggungjawaban para pelaku, dan memastikan mereka tidak menikmati impunitas.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)