Selat Hormuz Kembali Dibuka Penuh, Iran Pastikan Kapal Dagang Bisa Melintas Normal

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Iran memastikan Selat Hormuz kini kembali beroperasi secara penuh bagi aktivitas pelayaran, termasuk kapal-kapal dagang internasional.

Pembukaan jalur strategis tersebut dilakukan setelah tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat terkait penghentian konflik militer serta pemulihan lalu lintas laut.

Ali Bahreini Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa mengatakan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz telah kembali normal dalam beberapa hari terakhir.

Bahreini menyebut sejumlah besar pengiriman minyak telah kembali dilakukan melalui selat yang menjadi salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia tersebut.

“Selat itu sepenuhnya terbuka bagi kapal-kapal, termasuk kapal dagang,” ujar Bahreini kepada wartawan di Jenewa, Selasa (23/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan yang mencakup pemulihan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Iran dan AS secara elektronik menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang bertujuan mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari.

Dalam dokumen tersebut, kedua negara menyepakati sejumlah langkah, termasuk tenggat waktu bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran. Sebagai bagian dari kesepakatan, Iran juga berkomitmen memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Jalur laut yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu memiliki peran strategis dalam perdagangan energi global. Sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah melewati selat tersebut.

Berdasarkan laporan Anadolu, aktivitas kapal komersial di Selat Hormuz meningkat hingga mencapai level tertinggi sejak awal Juni setelah kesepakatan antara Iran dan AS mulai diberlakukan.

Peningkatan lalu lintas kapal tersebut menjadi indikasi awal pulihnya aktivitas perdagangan internasional setelah sebelumnya muncul kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, negosiasi teknis antara Iran dan Amerika Serikat terus dilakukan untuk membahas implementasi kesepakatan tersebut. Pertemuan yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar berlangsung di Swiss pada 21 Juni.

Kedua negara masih akan melanjutkan pembahasan mengenai mekanisme pelaksanaan kesepakatan, termasuk memastikan stabilitas jalur pelayaran dan mengurangi risiko gangguan terhadap perdagangan internasional. (ant/saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
33,24 Juta Warga Dapat Bantuan Beras 2026, Kapan dan Siapa Saja Penerimanya?
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
7 Tewas Akibat Tabrakan Bus Rombongan Wisata Religi, Begini Kronologi Lengkapnya!
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Ralf Rangnick Menilai Austria Sudah Tampil Sesuai Rencana Meski Takluk dari Argentina di Piala Dunia 2026
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Majelis Hakim Tunda Sidang Vonis Nadiem, Dijadwalkan Ulang Pekan Depan
• 25 menit lalukatadata.co.id
thumb
Entitas JP Morgan Borong 441,65 Juta Saham Emiten Boy Thohir-Saratoga (EMAS)
• 7 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.