Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meluncurkan Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026, sebuah gerakan kolaboratif yang bertujuan menyatukan seluruh pemangku kepentingan ekosistem digital guna mempercepat transformasi digital nasional sekaligus memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah mengatakan DEAL bukan sekadar forum koordinasi, melainkan wadah kolaborasi yang dirancang untuk menyelaraskan langkah pemerintah, industri, akademisi, komunitas, investor, hingga masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan transformasi digital.
"DEAL ini dibuat dengan satu semangat, yakni semangat gotong royong untuk bersama-sama membangun ekosistem digital," kata Edwin dalam peluncuran DEAL 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Menurut Edwin, Indonesia saat ini berada di tengah perubahan besar yang dipicu perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), pertumbuhan ekonomi berbasis data, serta dinamika ekonomi global. Dalam kondisi tersebut, Indonesia membutuhkan ekosistem digital yang kuat dan mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Ia menilai transformasi digital tidak dapat dijalankan oleh pemerintah maupun industri secara sendiri-sendiri. Karena itu, diperlukan penyelarasan kepentingan dan kolaborasi yang lebih erat di antara seluruh pelaku ekosistem digital.
"Transformasi digital tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri, tidak dapat digerakkan oleh industri sendiri, dan tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif masyarakat," ujarnya.
Edwin menjelaskan DEAL dibangun di atas tiga prinsip utama. Pertama, alignment of interest atau penyelarasan kepentingan agar pertumbuhan ekonomi digital memberikan manfaat bagi masyarakat luas, bukan hanya sebagian pelaku industri.
Kedua, shared responsibility atau tanggung jawab bersama, yang menempatkan pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas sebagai pihak yang memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem digital nasional.
Ketiga, nation prosperity, yakni memastikan pertumbuhan ekonomi digital mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
"Pertumbuhan ekonomi digital harus menghasilkan manfaat yang dirasakan secara luas, tidak hanya menciptakan nilai bagi sebagian pelaku," kata Edwin.
Sebagai implementasi prinsip tersebut, DEAL 2026 menghadirkan delapan inisiatif strategis yang akan dijalankan secara kolaboratif.
Inisiatif pertama adalah peningkatan nilai tambah industri telekomunikasi dan konektivitas untuk memperkuat keberlanjutan industri sekaligus meningkatkan kualitas layanan digital bagi masyarakat.
Inisiatif kedua berfokus pada perlindungan pelanggan (customer protection) guna memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital dan teknologi.
Selanjutnya, DEAL juga mencakup pengembangan inovasi digital dan penciptaan technopreneur, penguatan program Sehat Digital untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman, khususnya bagi anak-anak, serta pembentukan platform restart-up ecosystem yang menghubungkan startup dengan investor dan pasar.
Baca Juga: Deepfake Makin Sulit Dibedakan, Komdigi Dorong Pengawasan AI Diperketat
Baca Juga: Komdigi Dorong Lulusan SMK Jadi Teknisi Jaringan Digital di Daerah
Di bidang kecerdasan artifisial, DEAL mendorong kolaborasi pengembangan ekosistem AI nasional agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih produktif oleh masyarakat dan industri.
Selain itu, program ini juga menargetkan peningkatan inklusivitas teknologi baru agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan hingga ke daerah-daerah yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau.
"Mereka yang tinggal di desa, mereka yang pendidikan formalnya mungkin belum tinggi, juga harus diberi kesempatan agar tidak tertinggal dan tetap memiliki harapan untuk maju," ujar Edwin.
Inisiatif terakhir berfokus pada peningkatan efisiensi logistik guna mempercepat distribusi manfaat ekonomi digital hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
Edwin menegaskan tujuan utama DEAL bukan sekadar mendorong pertumbuhan ekonomi digital, tetapi juga membangun ekosistem digital yang sehat, inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Tujuan akhir yang ingin kami capai bukan sekadar ekosistem digital yang tumbuh, tetapi ekosistem digital yang sehat, inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi bangsa Indonesia," katanya.
Baca Juga: Menkomdigi Meutya: Perbedaan Pendapat Wajar, Hoaks dan Hasutan Kekerasan Tak Boleh Diberi Ruang
Baca Juga: Komdigi Ungkap Screen Time Anak Indonesia Capai 7,5 Jam
Ia berharap DEAL dapat menjadi wadah penyelarasan berbagai kepentingan dalam ekosistem digital nasional sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan menentukan arah transformasi digitalnya sendiri.
"Indonesia tidak pantas hanya menjadi pasar. Indonesia juga harus mampu menciptakan teknologi, melahirkan inovasi, membangun perusahaan-perusahaan masa depan, dan menentukan arah transformasi digitalnya sendiri," tutur Edwin.





