Indeks Wall Street Merosot, Ditekan Penurunan Saham Teknologi

katadata.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Indeks pasar saham Wall Street di Amerika Serikat ditutup turun pada perdagangan Selasa (23/6) seiring aksi jual saham teknologi yang telah dimulai pada sesi sebelumnya. Tekanan juga menjalar ke pasar Asia, terutama pada saham-saham produsen cip memori yang mengalami penurunan tajam.

Indeks S&P 500 turun 1,44% ke level 7.365,46, sedangkan Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi merosot 2,21% ke 25.587,04. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average terkoreksi tipis 45,87 poin atau 0,09% menjadi 51.666,84.

Manajer portofolio senior di Morgan Stanley Investment Management Andrew Slimmon menilai, aksi jual tersebut merupakan koreksi yang wajar. Menurut dia, valuasi saham saar ini tidak mahal, tetapi kepemilikannya sudah terlalu padat. Saham-saham ini menjadi favorit para investor yang mengejar momentum. 

“Ketika itu terjadi, koreksi tajam seperti sekarang tidak bisa dihindari. Saya justru melihat kondisi ini sebagai sesuatu yang sehat," ujar Slimmon dikutip dari CNBC, Rabu (24/6).

Penurunan indeks utama sempat berkurang setelah sejumlah saham teknologi di luar sektor semikonduktor, seperti Microsoft dan Amazon, naik. Saham-saham defensif seperti Walmart, Procter & Gamble dan Johnson & Johnson juga mencatat kenaikan.

Selain itu, saham IBM melonjak 5% setelah JPMorgan menaikkan rekomendasinya menjadi overweight. Saham Sherwin-Williams dan Merck juga ditutup di zona hijau.

Pada perdagangan Senin, Nasdaq telah kehilangan sekitar 1,3%, akibat pelemahan saham Alphabet. Gelombang aksi jual kemudian meluas ke pasar global, dengan indeks Kospi Korea Selatan memimpin penurunan di kawasan Asia.

Saham SK Hynix, produsen cip memori yang menjadi salah satu motor reli kecerdasan buatan (AI) di Korea Selatan, anjlok lebih dari 12%. Indeks acuan Korea Selatan, yang masih mencatat kenaikan sekitar 95% sepanjang tahun ini, turun hampir 10%. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 3,55%, sekaligus mengakhiri reli delapan hari berturut-turut.

Di AS, saham Micron Technology ikut tertekan dan anjlok 13%. Saham Sandisk juga turun 13%, sedangkan produsen komponen penyimpanan data Seagate Technology melemah lebih dari 5%. Saham Intel terkoreksi 6%, sementara Advanced Micro Devices (AMD) dan Qualcomm masing-masing turun hampir 6% dan 8%.

ETF sektor teknologi State Street Technology Select Sector SPDR (XLK) turun 4%, sedangkan VanEck Semiconductor ETF (SMH) merosot 7%. Di sisi lain, saham SpaceX naik sekitar 1%.

Saham Alphabet melanjutkan tren pelemahannya dengan turun 1%, setelah sehari sebelumnya anjlok 5% akibat kekhawatiran investor atas hengkangnya sejumlah talenta AI penting dari perusahaan tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gelar Sayembara Berhadiah Uang hingga Rp250 Juta, Inilah Profil Dedi Mulyadi yang Kerap Dipanggil KDM
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Taufik Hidayat Penyekap Pacar Sembunyi di Rumah Kerabat Saat Diringkus
• 17 jam laludetik.com
thumb
Ekspor Lobster Sumbar Turun Drastis, Budidaya Jadi Harapan Baru
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo Sebut Sistem Ekonomi Keliru: Orang Miskin Bertambah
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Pemerintah Perlu Evaluasi Dampak Pemangkasan TKD
• 6 menit lalukompas.id
Berhasil disimpan.