Pasuruan (beritajatim.com) – Upaya pencarian intensif terhadap korban kecelakaan laut di perairan perbatasan antar-wilayah akhirnya membuahkan hasil pada hari kedua operasi penyelamatan.
Jasad korban berhasil dievakuasi setelah terombang-ambing arus gelombang pasang sejak awal pekan lalu.
Penemuan ini bermula dari informasi warga pesisir yang sedang melaut mencari ikan di kawasan perairan utara lokasi kejadian perkara. Pihak keluarga yang telah menunggu kepastian di rumah duka langsung bersiap menyambut kedatangan jenazah.
“Korban ditemukan oleh nelayan yang sedang menjaring, kemudian diinformasikan ke kapal warga yang sedang mencari survivor,” ungkap Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi, (24/6).
Jasad korban langsung dipindahkan ke kapal penolong untuk dibawa menuju dermaga utama pelabuhan terdekat guna proses identifikasi akhir.
Proses pemulangan jenazah menuju rumah duka dikawal ketat oleh petugas gabungan dengan menggunakan armada ambulans darurat. Isak tangis menyambut kedatangan rombongan tak lama setelah serah terima resmi dilakukan di kediaman wilayah Kraton.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah terlempar dari atas geladak akibat hantaman ombak besar yang merusak lambung kanan kapal. Tiga rekan korban yang sempat terjebak di atas perahu karam berhasil diselamatkan oleh armada pencari lain yang melintas di sekitar lokasi.
“Sekitar 30 menit perjalanan, tepatnya saat berada di perairan Tanjungsari, perahu mereka dihantam ombak besar sebanyak tiga kali,” jelas Junaidi. Cuaca buruk dan keterbatasan jarak pandang pada malam pertama sempat menjadi penghambat utama bagi tim SAR dalam melacak keberadaan korban.
Dengan ditemukannya jasad nahkoda naas ini, maka seluruh operasi pencarian yang melibatkan lintas instansi kepolisian dan tim evakuasi daerah resmi ditutup. Para nelayan tradisional diimbau untuk lebih waspada dan selalu menggunakan alat keselamatan pelindung diri saat menghadapi musim angin barat. (ada/ted)



