Imas Aan Ubudiyah Anggota Komisi VI DPR RI mengusulkan penyempurnaan mekanisme seleksi Calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) setelah dua peserta dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti kegiatan retret dan pelatihan dasar kemiliteran.
Menurut Imas, program retret memiliki manfaat besar dalam membentuk karakter, kedisiplinan, integritas, serta semangat pengabdian para calon manajer koperasi yang akan bertugas menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah.
Namun demikian, aspek kesehatan peserta perlu mendapat perhatian lebih dalam tahapan rekrutmen.
“Retret tetap penting karena menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, dan komitmen kerja para calon manajer. Tetapi ke depan, proses seleksinya perlu dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan yang lebih komprehensif agar peserta yang mengikuti kegiatan benar-benar siap secara fisik,” ujar Imas di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Dia menilai pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara independen dan profesional perlu menjadi syarat wajib sebelum peserta mengikuti kegiatan dengan tingkat aktivitas fisik yang tinggi.
“Menurut saya, seluruh calon peserta sebaiknya menjalani skrining kesehatan secara independen sebelum mengikuti retret. Jika ditemukan kondisi medis tertentu atau riwayat penyakit yang berpotensi membahayakan, maka perlu disiapkan pola pembinaan alternatif yang tetap mampu meningkatkan kapasitas mereka tanpa mengorbankan keselamatan,” katanya.
Imas menegaskan, usulan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengurangi kualitas pembinaan maupun tujuan pembentukan karakter calon manajer koperasi. Sebaliknya, langkah itu diperlukan agar proses penguatan sumber daya manusia berjalan lebih aman, terukur, dan inklusif.
“Tujuan kita adalah mencetak manajer koperasi yang tangguh dan berintegritas. Karena itu, kualitas pembinaan harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan peserta,” ujarnya.
Dia juga menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya atas wafatnya dua calon manajer yang tengah mengikuti program pelatihan tersebut.
Menurutnya, para peserta merupakan individu yang telah menunjukkan komitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kerakyatan melalui KDKMP.
“Saya sangat prihatin atas musibah ini. Mereka adalah putra-putri terbaik yang telah menyatakan kesediaannya untuk mengabdi dan menjadi bagian dari penguatan ekonomi rakyat melalui koperasi. Kehilangan ini tentu menjadi duka mendalam bagi keluarga dan seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut,” tutur Imas.
Lebih lanjut, Imas berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bersama guna memperkuat tata kelola program pembinaan calon manajer koperasi ke depan.
“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Retret tetap diperlukan, tetapi standar mitigasi risiko, pemeriksaan kesehatan, pendampingan medis, serta pemetaan kemampuan fisik peserta harus menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pembinaan. Dengan begitu, tujuan mencetak manajer koperasi yang berkualitas dapat tercapai tanpa mengabaikan aspek keselamatan,” pungkasnya.
Sebelumnya, dua calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti pelatihan dasar kemiliteran. Kedua peserta tersebut adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.
Anisa diketahui mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan. Ia sempat mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan mendapat penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pelatihan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026 dan langsung mendapatkan perawatan di rumah sakit.(faz/rid)




