Bakom RI: Siswa SMA Unggul Garuda Masuk Universitas Top Dunia Naik 150%

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintah mengatakan 12 SMA atau MA pilihan binaan pemerintah melalui program SMA Unggul Garuda Transformasi berhasil meningkatkan jumlah siswa yang diterima di 100 perguruan tinggi top dunia.

Tak tanggung-tanggung, jumlah siswa yang diterima melonjak hingga 150 persen dalam kurun waktu satu tahun.

Baca Juga :
Pemerintah Gelontorkan Rp6,26 Triliun untuk Program Magang Nasional 2026
Siap-siap! Program Magang Nasional Buka Lagi Juli 2026, Bidik 50 Ribu Peserta

Kedua belas sekolah yang jadi pionir ini tersebar dari Aceh hingga Papua Barat Daya. Di antaranya MAN Insan Cendekia Gorontalo, SMA Pradita Dirgantara, SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, dan SMA Averos Sorong.

“Di 12 SMA Unggul Garuda Transformasi yang ditetapkan tahun 2025, persentase jumlah siswa yang diterima di top 100 universities naik mencapai 150 persen,” kata Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah atau Bakom RI, Kurnia Ramadhana, dalam konferensi pers, Rabu, 24 Juni 2026.

Menurut catatan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada tahun 2025, hanya 132 siswa yang diterima di 100 universitas top dunia. Namun, pada 2026 jumlahnya naik signifikan.

“Kini, jumlahnya naik menjadi 330 siswa pada tahun 2026 atau setahun setelah sekolah-sekolah ini dipilih dan dibina sebagai SMA Unggul Garuda Transformasi,” lanjut Kurnia.

SMA Unggul Garuda Transformasi ini merupakan satu kesatuan ekosistem dengan SMA Unggul Garuda Baru yang juga diselenggarakan Kemendiktisaintek. Bedanya, SMA Unggul Garuda Baru dibangun dan dikelola dari awal oleh pemerintah, sementara SMA Unggul Garuda Transformasi merupakan SMA/MA yang dipilih dan dibina demi mengoptimalkan potensi peserta didik menuju perguruan tinggi terbaik dunia.

Setiap SMA Unggul Garuda Transformasi mendapatkan pengayaan bagi peserta didik, guru, dan manajemen sekolah selama dua tahun. Selain itu, sekolah-sekolah ini juga berperan sebagai hub pendampingan dan penguatan kapasitas bagi puluhan SMA dan MA di wilayah sekitarnya.

Pada 2026, pemerintah pun kembali menetapkan 30 SMA Unggul Garuda Transformasi sehingga jumlahnya bertambah menjadi 42 sekolah. Pemerintah menargetkan jumlah sekolah yang mengikuti program ini mencapai 80 SMA atau MA pada 2029.

Kurnia menjelaskan program pengayaan yang didapatkan SMA Unggul Garuda Transformasi mencakup penguatan pembelajaran di bidang STEM, pelatihan internasional bagi guru dan konselor termasuk sertifikasi SAT dan IELTS, pendampingan riset kolaboratif, pelatihan penulisan recommendation letter, serta fasilitasi pendaftaran peserta didik ke perguruan tinggi terbaik dunia.

Baca Juga :
Bakom RI Tepis Pemerintah Setir Demo Pro MBG: Itu Nggak Benar!
Platform Media dan Ruang Digital Tuntut Gaya Responsif-Humanis dari Jubir Pemerintah
Pemerintah Kasih Kabar Terbaru soal Tarif Potongan Aplikator Ojol Maksimal 8%

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pamuji Raharja: Kepala Satker Harus Jadi Benteng Pertama Pencegahan Korupsi
• 13 jam lalueranasional.com
thumb
Ditjen Polpum Uji Coba Instrumen Standarisasi Pembiayaan UPU di Daerah
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Prabowo Blak-blakan Alasannya Selalu Bersama Petani dan Nelayan
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Polda Jabar Bakal Periksa Kesehatan Taufik Hidayat Penyekap Pacar 3 Tahun di Bandung
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Pastikan Harga Beras di Papua Selatan di Bawah HET
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.