Trans Sulsel Catat Lonjakan Penumpang 1,15 Juta, Tingkatkan Minat Masyarakat pada Transportasi Publik

harianfajar
23 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Dalam satu tahun pengelolaan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Trans Sulsel berhasil mencatatkan jumlah penumpang mencapai 1,15 juta orang yang tersebar di tiga koridor layanan. Pencapaian ini menjadi bukti nyata meningkatnya minat masyarakat terhadap transportasi publik sebagai pilihan mobilitas harian yang aman, terjangkau, dan efisien.

Sejak pengambilalihan pengelolaan layanan dari Kementerian Perhubungan pada Juni 2025, Pemprov Sulsel awalnya hanya mengoperasikan dua koridor, yakni Koridor 1 dan Koridor 2. Namun, seiring waktu, jumlah pengguna terus bertambah, khususnya di Koridor 1 yang bahkan melampaui target layanan hingga sekitar 140 persen pada akhir 2025.

Memasuki tahun 2026, Pemprov Sulsel menambah layanan dengan mengambil alih pengelolaan Koridor 5 sehingga saat ini Trans Sulsel melayani tiga koridor. Sebelum sistem pembayaran elektronik diterapkan, koridor baru tersebut menjalani masa uji coba gratis guna memperkenalkan layanan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan, Andi Erwin Terwo, menjelaskan bahwa Dinas terus mengoptimalkan seluruh koridor layanan dengan meningkatkan kualitas pelayanan serta menerapkan sistem pembayaran non tunai yang mulai diberlakukan secara bertahap sejak April 2026.

Kendati pada awal penerapan sistem pembayaran elektronik terjadi penurunan jumlah penumpang akibat proses adaptasi, kondisi tersebut dianggap sebagai bagian dari masa transisi menuju sistem transportasi yang lebih modern dan terintegrasi.

“Ini merupakan capaian yang sangat baik dan menunjukkan bahwa masyarakat semakin memilih Trans Sulsel sebagai moda transportasi sehari-hari,” kata Andi Erwin saat ditemui di Ruang Rapat Toraja Room, Kantor Gubernur Sulsel, Rabu, 24 Juni 2026.

Pemprov Sulsel juga menerapkan kebijakan tarif khusus bagi pelajar, mahasiswa, lansia, dan penyandang disabilitas dengan tarif Rp2.000 per perjalanan, sementara tarif umum ditetapkan sebesar Rp4.600. Kebijakan ini bertujuan memperluas akses layanan transportasi publik yang terjangkau bagi kelompok rentan dan masyarakat yang membutuhkan dukungan mobilitas.

Untuk memperoleh tarif khusus, calon pengguna harus melalui proses verifikasi data menggunakan KTP dan Kartu Keluarga. Layanan verifikasi dibuka di sejumlah titik strategis seperti Mall Panakkukang, Universitas Hasanuddin, terminal, hingga wilayah Kabupaten Takalar.

Selain itu, Dinas Perhubungan Sulsel bekerja sama dengan Bank Sulselbar menyediakan layanan isi ulang kartu pembayaran elektronik sekaligus memperluas sosialisasi penggunaan sistem pembayaran non tunai. Sosialisasi juga melibatkan pemerintah daerah melalui perangkat kecamatan hingga pemerintah desa, khususnya di Kabupaten Takalar yang menjadi wilayah layanan Trans Sulsel.

Meski capaian positif telah diraih, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan lokasi pengisian ulang kartu pembayaran elektronik dan kemacetan di beberapa ruas jalan yang berdampak pada jadwal penjemputan penumpang.

Andi Erwin menilai potensi peningkatan jumlah pengguna masih terbuka lebar seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk beralih ke transportasi publik. Biaya perjalanan yang relatif lebih terjangkau dibandingkan kendaraan pribadi menjadi faktor penting yang memengaruhi tren ini.

“Hasil pengamatan kami menunjukkan beberapa koridor, khususnya Koridor CPI, hampir selalu dipenuhi penumpang pada setiap perjalanan. Ini menjadi sinyal positif bahwa layanan Trans Sulsel semakin diminati masyarakat,” jelasnya.

Pemprov Sulsel juga terus mengevaluasi kebutuhan pengembangan layanan, termasuk peningkatan kualitas armada, penguatan integrasi antarkoridor, serta perluasan jangkauan layanan di kawasan dengan mobilitas masyarakat yang terus bertumbuh.

Saat ini, Trans Sulsel mengoperasikan 37 armada bus yang melayani Koridor 1, Koridor 2, dan Koridor 5 sebagai bagian dari komitmen Pemprov Sulsel menyediakan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Ke depan, penguatan layanan, perluasan akses, dan peningkatan kualitas operasional diharapkan dapat menjaga pertumbuhan jumlah pengguna sekaligus mendukung mobilitas masyarakat yang lebih efisien dan berkelanjutan. (*/)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Grace Natalie, Ade Armando, dan Abu Janda Dilimpahkan Bareskrim ke Polda Metro Jaya
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Halte Transjakarta Tebet Eco Park Rusak Ditabrak Truk, Layanan Tetap Beroperasi
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
"Isi Rp 50.000 Sekarang Sedikit Banget" Keluh Pengendara Setelah Harga Pertama Naik
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Neymar Akhirnya Jalani Debut di Piala Dunia 2026, Ini Respons Carlo Ancelotti
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Investasi Rp 82 Triliun dan Luka Agraria Rempang, Prabowo Diminta Ambil Sikap Tegas
• 8 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.